Agribisnis UMM Update Info Pertanian di Jepang

new malang pos
Associate Profesor dari Saga University Jepang Tsuji Kasunari melakukan diskusi secara daring dengan Civitas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

NewMalangPos, MALANG-Associate profesor dari Saga University Jepang Tsuji Kasunari berbagi informasi terkait perkembangan pertanian di negara Jepang. Informasi itu disampaikannya dalam acara diskusi yang diselenggarakan secara daring oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa hari yang lalu.  

Dalam paparannya, Tsuji menjelaskan saat ini terdapat pengurangan produksi dan ekonomi dalam aspek pertanian. Di sisi lain SDM pertanian di Negeri Sakura itu kian terbatas. Sebab tidak banyak generasi muda Jepang yang terjun ke bidang pertanian. Karena faktor itu juga yang menyebabkan tren konsumsi pangan di Jepang lebih banyak bergantung pada impor produk pertanian.

“Tentu hal ini menjadi masalah serius mengingat tidak ada penerus yang cukup untuk melanjutkan pertanian di Jepang,” katanya.

Menurut Tsuji, tantangan saat ini yang Jepang hadapi adalah mencari solusi untuk mendorong generasi muda agar mampu terjun langsung ke sektor pertanian. Tidak hanya itu, mengaktifkan kelompok tani juga menjadi hal lain yang perlu ditindak lanjuti.

“Dua masalah ini adalah fokus kami agar keberlangsungan sektor pertanian bisa tetap terjaga hingga masa depan,” tuturnya lebih lanjut.

Selama diskusi berlangsung, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh para dosen Agribisnis. Diantaranya dari Dr. Ir. Rahayu Relawati, MM. Dia menanyakan terkait strategi yang dibutuhkan untuk mendorong generasi muda agar ada kemauan menjadi petani.

Tsuji menjawab bahwa fenomena ini juga terjadi di Jepang. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan insentif serta pendapatan sektor pertanian. Selain itu, pemerintah juga memiliki peran penting untuk terus mendukung dengan cara menstabilkan harga produk pertanian.

Tsuji menambahkan, faktor yang mampu meningkatkan pertanian di Jepang adalah sifat rajin yang dimiliki oleh para petani.

“Bersama perguruan tinggi dan pemerintah, para petani di Jepang rajin meneliti sesuatu yang bisa menjadi solusi permasalahan yang muncul di bidang pertanian. Ketika sudah ditemukan, solusi itu akan dibagikan dan dijelaskan pada kelompok tani yang lain,” paparnya.

Diskusi dalam webinar agribisnis kali ini sebagai upaya untuk mendongkrak produktivitas pertanian. Sebab perkembangan pertanian saat ini menjadi isu penting bagi generasi muda di Indonesia. Dan sebagai negara agraris, sudah selayaknya generasi muda mengambil peran itu. (imm/jon)