Pemutihan, Ramai-Ramai Bayar Pajak Kendaraan

ANTRE: Pemutihan dan insentif pajak daerah dimanfaatkan masyarakat untuk mengurus dan membayar pajak kendaraanya di Samsat Kota Malang, karena tidak ada sanksi administrasi bagi yang terlambat membayar pajak dan diskon pajak juga.

NEW MALANG POS, MALANG – Pemutihan dan Insentif Pajak Daerah 2021 yang dilakukan Pemprov Jatim disambut antusias masyarakat Kota Malang. Senin (13/9), warga antre membayar pajak kendaraannya di kantor Samsat Malang.

Kenaikannya pembayaran pajak kendaraan diperkirakan mencapai angka 40 persen, dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini disampaikan oleh Administrator Pelayanan (Adpel) Bea Balik Nama dan Pajak Kendaraan Bermotor Kantor Bersama Samsat Kota Malang, Sulaiman.

Ia menjelaskan, saat ini ada pertumbuhan dari masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraan bermotor. Di hari biasa terhitung ada 1.200 wajib pajak, yang membayarkan kewajibannya di Kantor Samsat Kota Malang.

Baca Juga :  RPJMD Berubah, Penanganan Covid Harus Maksimal

“Sejak pemutihan yang dimulainya pada 9 September kemarin, ada penambahan sekitar 400 wajib pajak yang membayarkan pajak kendaraan setiap harinya,” jelasnya.

Dijelaskannya, Pemutihan dan Insetif Pajak 2021 Pemprov Jatim ini, rencananya hingga 9 Desember mendatang. Sedangkan fasilitas yang diberikan yakni pembebasan denda keterlambatan, dan potongan pajak kendaraan bermotor.

“Untuk kendaraan roda dua mendapat diskon 20 persen dan untuk roda empat 10 persen, jadi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” lanjut Sulaiman.

Kendati demikian pihaknya sudah mengantisipasi, lonjakan pembayaran wajib pajak dengan tetap menerapkan Prokes. Yakni dengan sistem pembagian kelompok dalam proses pembayaran ke loket.

Baca Juga :  Kiai Hasyim Bercita-cita Mendidik Santri Pintar dan Benar

“Contohnya, bila lima wajib pajak sudah selesai mengurus. Maka, kami mengizinkan lima wajib pajak yang ada di luar untuk masuk ke ruang loket memenuhi kursi antrean yang ada. Selain itu, masuk ke ruang loket hanya bagi wajib pajak yang berkepentingan saja. Apabila wajib pajak bersama dengan orang yang tidak berkepentingan, orang tersebut wajib menunggu di ruang tunggu yang ada di luar bangunan,” tutup Sulaiman. (rex/aim)

Pilihan Pembaca