Pemenang Lahan Sengketa Kecewa Gara – Gara PN Malang Tunda Eksekusi

new malang pos
Lardi

NewMalangPos, MALANG- Pengadilan Negeri (PN) Malang menunda pelaksanaan eksekusi pengosongan rumah toko (Ruko) di Jalan Galunggung 76 Blok 1, Gading Kasri, Kota Malang. Eksekusi pengosongan, harusnya dilaksanakan Rabu (10/2) lalu. Eksekusi tersebut ditangguhkan sampai waktu yang akan ditetapkan kembali PN Malang.

Sesuai penetapan Ketua PN Malang No.14/Pdt.Eks/2020/PN Mlg, mereka menunggu hasil klarifikasi dari tim pemeriksa Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. “Intinya menunggu klarifikasi dari PT Surabaya. Tidak mengerti apa masalahnya. Ketua PN dipanggil, surat panggilannya 9 Februari,” kata Humas PN Malang, Juanto SH.

Baca Juga :  Pagi Bersaing, Malam Ngopi Bareng

Pria yang juga hakim PN Malang itu menyebutkan, tanggal 16 Februari lalu, pimpinannya dipanggil ke PT Surabaya untuk mengklarifikasi dan menjelaskan apa yang harus dieksekusi. “Sampai saat ini belum diperintahkan lagi untuk eksekusi,” lanjutnya. Dia menyebut PT Surabaya masih mempelajari ulang kasus ini meski diputus inkrah untuk dieksekusi.

“Jadi menunggu lampu hijau dari PT Surabaya. Jadi ditunda agak lama karena dipelajari dulu eksekusinya,” ujar Juanto. Kasus itu sendiri bermula dari masalah mantan suami istri, FM Valentina dan Hardi Soetanto, yang bercerai sejak 2012 silam. Namun, sengketa asetnya berlangsung hingga saat ini. Mulai ruko yang ada di Jalan Galunggung dan rumah.

Baca Juga :  Sekat Empat Titik Masuk Kota Malang

Kuasa hukum pemenang lelang, Lardi SH mengaku kecewa terhadap apa yang dilakukan PN Malang dan PT Surabaya. Dia menilai ada yang aneh, melatarbelakangi penundaan eksekusi tersebut. Sebab, penundaan eksekusi dilakukan kurang dari 24 jam, sebelum jadwal eksekusi dilakukan oleh PN Malang.

“Saya merasa prosedur sudah benar. Kemudian saya merasa tidak dihormati hak hukumnya. Kalau seandainya klarifikasi, setidaknya tiga minggu atau sebulan sebelumnya. Ini kok klarifikasi, dipanggil PT Surabaya di hari yang sama dengan eksekusi,” terang Lardi panjang lebar. Ia menuding ada pihak yang melakukan intervensi dibalik penundaan eksekusi.

Baca Juga :  Dua Ranperda Tidak Lolos Gubernur

Lardi merasa nasib kliennya sebagai pemenang lelang dipermainkan. Pria itu mengaku melaporkan hal ini kepada Komisi Yudisial RI. Dia juga meminta Ketua PN Malang serta Ketua PT Surabaya segera menjelaskan alasan penundaan eksekusi. “Saya sampai sekarang tidak tahu siapa yang main dibalik ini,” ujarnya. (mar)