Pemda Yogyakarta Restui Pasar Takjil Ramadan dengan Protokol Kesehatan

0
Suasana pasar sore Ramadan 2020. (Foto: dok detik News)

Yogyakarta, NewMalangPos – Asalkan menerapkan protokol kesehatan, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengizinkan pasar tiban jelang berbuka puasa pada Ramadan tahun ini.

“Silakan masyarakat mau berjualan takjil. Syaratnya harus mengikuti protokol kesehatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Rabu (7/4).

Melansir dari Detik News, Aji menjelaskan pasar sore memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadirannya yang banyak ditunggu warga, bisa menggerakkan roda ekonomi.

Beberapa lokasi pasar takjil di Yogyakarta antara lain kampung Kauman, Masjid Kampus UGM, Jogokariyan, maupun di Sorosutan. Lokasi-lokasi itu tak pernah sepi setiap sore pada bulan Ramadan. Berbagai jenis makanan dan minuman khas buka puasa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Bahkan beberapa menunya ada yang hanya bisa dijumpai di pasar sore Ramadan.

“Jadi, boleh silakan saja, karena itu juga sudah jadi kebiasaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Nanti pengawasan Satgas di wilayah masing-masing,” katanya.

Pelaksanaan pasar sore takjil telah menjadi kebiasaan masyarakat Yogyakarta setiap tahun. Aji melanjutkan, yang paling penting dalam pasar sore Ramadan nantinya adalah kesadaran dalam menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Corona. “Kalau ada kerumunan nanti dibubarkan Satgas, pindah tempat. Yang terpenting adalah pengawasan,” katanya.

Aji mengatakan jika tahun lalu pengawasan pasar tiban Ramadhan dilakukan oleh Satpol PP.
“Pengawasan sekarang langsung Satgas masing-masing. Baru naik ke atas misalnya tingkat kelurahan, kecamatan, baru Satpol PP,” kata Aji. (sip/ams/dtk/mg3/ley/nmp)