Pembelajaran Tatap Muka Resmi Mulai 19 April

12
ilustrasi. (Ipunk/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Sekolah tatap muka resmi dimulai pada Senin (19/4) mendatang. Keputusan ini mengacu pada SE Walikota Malang No. 15 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019(Covid-19) di Kota Malang.

Berdasarkan SE Walikota Malang No. 15 Tahun 2021 tersebut pembelajaran tatap muka dimulai tanggal 19 April 2021 dengan mengutamakan protokol kesehatan. Peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak 50 persen dari jumlah murid dan 50 persen sisanya pembelajaran jarak jauh serta jaga jarak minimal 1,5 meter.

Dalam SE tersebut juga mengatur jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka dibagi dalam rombongan belajar atau shift sesuai ketentuan sekolah. Orang tua bisa memilih anaknya melakukan pembelajaran tatap muka atau pembelajaran jarak jauh. Wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai, sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun atau hand sanitizer di depan pintu masuk sekolah dan di depan kelas.

Pihak sekolah juga wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, membersihkan lingkungan sekolah secara rutin, kantin tidak diperbolehkan buka sehingga warga sekolah disarankan membawa makanan dan minuman sendiri. Selain itu kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler tidak diperbolehkan serta tidak diperbolehkan ada kegiatan lain selain pembelajaran.

Pembelajaran tatap muka di Kota Malang juga telah dipersiapkan oleh semua sekolah. Salah satunya SDN Kotalama 1 yang telah siap belajar di kelas, bahkan para wali murid juga telah memberikan izin.

Kepala SDN Kotalama 1 Malang Isnaeni, S.Pd, M.Pd mengatakan, pihaknya sudah menyebarkan angket persetujuan orang tua untuk pembelajaran tatap muka dan wali murid setuju belajar di kelas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami akan membuka pembelajaran tatap muka dimulai dari kelas VI dulu dengan jadwal dan jumlah sesuai dengan Permendikbud RI dan Perwali, setiap siswa rencananya masuk dua kali dalam seminggu dengan waktu sekitar dua jam,” ungkap Isnaeni.

Total siswa SD Kotalama 1 Malang sebanyak 508 peserta didik dan semua setuju pembelajaran tatap muka, tetapi 5 siswa tidak menjawab karena tidak memiliki handphone. Sedangkan kelas VI secara keseluruhan berjumlah 83 siswa terbagi dalam kelas VI A, VI B dan VI C.

Saat pembelajaran tatap muka berlangsung SDN Kotalama 1 memberlakukan skema masuk yakni siswa kelas VI A, B dan C nomor urut 1-14 masuk pada hari Senin dan Rabu. Sementara siswa nomor urut 15 dan seterusnya masuk pada Selasa dan Kamis.

“Jam belajarnya mulai pukul 07.30 sampai 10.00 hanya dua jam saja setiap masuk,” terangnya.

Senada dengan SDN Kotalama 1, SDN Bunulrejo 1 Malang juga siap melakukan pembelajaran tatap muka. Orang tua siswa juga mendukung keputusan tersebut, khususnya peserta didik kelas VI.

Kepala SDN Bunulrejo 1 Kota Malang Sochmad Tarmudji, S.Pd, M.Pd mengatakan, dari 60 peserta didik kelas VI semua wali murid mendukung pembelajaran tatap muka kecuali satu orang tua tidak setuju.

“Wali murid yang tidak setuju ini juga tidak hadir saat kami undang ke sekolah, semua telah kami siapkan termasuk masker dan faceshield untuk anak dan guru, setiap kelas akan kami jadikan dua timbel dengan kapasitas kelas 50 persen jadi satu kelas nanti berisi 10 siswa,” ungkap Sochmad.

Ditegaskannya untuk pembelajaran tatap muka sudah disusun SOP yang mengatur mulai anak masuk ke halaman sekolah, masuk ruang kelas, proses pembelajaran hingga pulang sekolah. SOP pokok tersebut antara lain bagi pengantar dan penjemput harus tepat waktu, memakai masker, hanya boleh berada di depan gerbang dan tidak boleh masuk halaman sekolah.

Sementara bagi siswa, masuk halaman cek suhu tubuh, cuci tangan, wajib menggunakan masker, dianjurkan menggunakan faceshield, membawa hand sanitizer, langsung masuk ruang kelas, tidak boleh saling meminjam alat tulis, guru dan murid wajib melaksanakan protokol kesehatan.

“Pulang sekolah harus langsung dijemput orang tua, durasi siswa di sekolah dua sampai tiga jam, pulang sekolah harus langsung pulang,” pungkasnya.

Selama pembelajaran tatap muka berlangsung apabila nantinya terdapat kasus konfirmasi Covid-19 maka pembelajaran tatap muka dapat diberhentikan sementara sesuai jangka waktu kebijakan. (lin)