Pembelajaran Tatap Muka, Bulan Depan Mulai Uji Coba

65

NewMalangPos– Pemkab Malang mulai bersiap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Rencananya uji coba PTM digelar bulan depan atau awal Mei mendatang. Para kepala SMP sudah diingatkan mengisi daftar periksa jelang uji coba PTM (baca grafis di Koran New Malang Pos).

“Saat ini sudah mulai bersiap untuk rencana uji coba pembelajaran tatap muka,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr Rahmat Hardijono. Kendati demikian dia menyebutkan meskipun uji coba,  sekolah tetap mematuhi persyaratan. Salah satunya menggelar uji coba wajib mengisi daftar periksa.

Dikatakan Rahmat, daftar periksa merupakan syarat yang tertuang dalam regulasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Daftar periksa ini mencakup penyediaan sarana sanitasi dan kebersihan. Mulai dari keberadaan toilet yang memadai, sarana tempat cuci tangan dan penyediaan disinfektan. 

“Sekolah juga wajib menyediakan alat thermogun untuk mengukur suhu siswa, sebelum mereka masuk kelas,” katanya.

Sebelum uji coba PTM dilakukan, sekolah wajib melakukan pendataan siswa dan tenaga pendidik. Pendataan ini bukan sekadar nama dan alamat, tapi juga riwayat sakit hingga perjalanan. “Pendataan juga dilakukan apakah siswa melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, Rahmat juga mengatakan, untuk sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka wajib membuat surat keputusan bersama dengan Komite Sekolah. Mekanisme terakhir uji coba wajib PTM mendapatkan izin dari Satgas Covid-19. 

Berdasarkan data sampai pekan lalu, baru 40 persen sekolah yang sudah mengisi daftar periksa kesiapan PTM. Karena itulah Dinas Pendidikan terus meningatkan sekolah terutama SMP mengisi daftar periksa tersebut.

Untuk diketahui di Kabupaten Malang terdapat 4.530 sekolah. Jumlah tersebut mulai dari PAUD, SD,  SMP, SMA dan SMK.  “Untuk itu, kemarin (Selasa) kami mengingatkan kembali kepala SMP untuk segera mengisi daftar periksa dan memastikan kesiapan PTM di masing-masing sekolahnya guna dilakukan uji coba,’’ katanya.

Dinas Pendidikan juga telah mengusulkan vaksinasi untuk tenaga pendidik. Total jumlah tenaga pendidik yang diusulkan mendapatkan vaksinasi sebanya 14.555 orang. Vaksinasi untuk para tenaga pendidik sudah dilakukan sejak awal Maret lalu dan terus berlanjut sampai sekarang.

“Vaksinasi ini dapat menambah keyakinan bersama guna mempercepat pelaksanaan PTM dan upaya menurunkan atau menghindari risiko terciptanya klaster baru di sekolah saat PTM,’’ tandas Rahmat.(ira/van)