Pelatih kepala baru Arema FC Dikontrak Hanya Semusim

12
General Manager Arema FC Ruddy Widodo

MALANG, NewMalangPos – Pelatih kepala baru Arema FC tidak akan disodori kontrak berjangka panjang. Sang pelatih haya diberikan kontrak dengan durasi selama satu tahun. Sedikit lebih lama dari pelatih sebelumnya Carlos Oliveira yang hanya lima bulan bersama tim. 

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menjelaskan, kontrak berdurasi satu musim tersebut bukannya memupus harapan sang pelatih akan bertahan lama dengan tim. Hanya saja, sang pelatih akan disodori kontrak berjenjang seiring dengan pencapaiannya di Arema FC.

“Kami akan lihat dulu satu tahun. Kalau memang prestasinya bagus, tentu bakal kami sodori kontrak lagi,”ucapnya.

Ruddy sebetulnya berkeinginan mengontrak pelatih asing dengan durasi panjang. Dia menyebutkan setidaknya kontrak berdurasi dua atau tiga tahun. Namun, keinginan itu sulit direalisasikan dengan berkaca pada situasi persepakbolaan Indonesia.

“Banyak orang sering bertanya, kenapa pelatih tidak dikontrak dua atau tiga tahun? Bukannya kami takut kontrak jangka panjang, tetapi sepak bola Indonesia sangat tergantung dengan hal-hal di luar sepak bola. Entah itu politik, sosial, ekonomi, bahkan sekarang pandemi,” ungkapnya.

Pasang surut kompetisi sepak bola Indonesia berpengaruh kepada pendapatan tim. Hal ini juga berimbas pada proses pembayaran gaji para pemain dan pelatih. Saat pandemi ini saja, kebijakan memangkas gaji pelatih dan pemain tidak sepenuhnya diterima.

Misalnya saja saat pelatih Arema FC musim 2020 Mario Gomez menolak renegosiasi kontrak dengan pemotongan gaji sebesar 50 persen. Sehingga, kontrak berdurasi jangka panjang bisa jadi pisau bermata dua bagi tim.

“Saya tahu persis problem tim-tim lain ketika melakukan renegosiasi. Bahkan tidak sedikit yang  bermasalah di federasi dunia dengan pemain dan pelatih yang dikontrak jangka panjang. Tentu saja hal-hal itu harus dijadikan semacam pelajaran,” ujarnya.

Proses pembuatan kontrak berjangka panjang pun tidak bisa sembarangan. Ada banyak aspek yang perlu dimasukkan di dalam klausul kontrak. Tentunya hal ini dilakukan demi meminimalisasi kerugian di masing-masing pihak.

“Kontrak jangka panjang itu harus super hati-hati. Betuk-betul harus detail. Karena sepak bola di sini dipengaruhi faktor eksternal,” ucap Ruddy.

Padahal, dia menjelaskan, tim sepak bola untuk bisa berprestasi memerlukan jangka waktu yang tidak sebentar. Hal ini ditengarai sepak bola merupakan kerja tim yang melibatkan banyak sekali komponen di dalamnya.

“Sebenarnya saya sangat menyadari sepak bola tidak bisa instan. Bukan kerja satu orang. Yang main saja sudah sebelas. Tim dan pelatihnya juga pasti banyak. Jadi perlu prproses. Tidak cukup setahun atau dua tahun, minimal tiga tahun,” ujar dia. (abr/jon)