Pelajari Musik Tradisi, Etnomusikolog Asal Amerika Kunjungi MMI

Etnomusikolog dari Amerika, Palmeer Keen ceritakan pengalamannya berkeliling di Indonesia mengumpulkan suara dan jenis musik tradisional di Indonesia. (NMP-IAN NURMAJIDI)

MALANG, NewMalangPos – Musik tradisional di tanah air mendapat perhatian khusus bagi seorang pecinta dan peneliti musik etnik (Etnomusikolog) asal Amerika, Palmeer Keen yang beberapa tahun terakhir menjelajahi banyak daerah di seluruh Indonesia. Di setiap daerah yang dikunjunginya, ia selalu merekam atau mendokumentasikan suara dan musik tradisional yang khas dari daerah tersebut.

Hingga kini, seperti disebutkan Palmeer, ia berhasil merekam sebanyak 100 hingga 150 jenis musik tradisional yang ada di Indonesia. Angka tersebut bakal terus bertambah karena ia masih ada daerah yang belum dikunjunginya.

“Ada dua yang sudah lama saya sangat ingin kesana tapi belum bisa kesana. Yaitu Papua dan Aceh. Saya tertarik musik disana. Setelah mempelajari di Indonesia, saya jadi mengerti bahwa musik Indonesia tidak hanya gamelan, tapi banyak lainnya,” kata Palmeer kepada New Malang Pos, saat mengunjungi Museum Musik Indonesia (MMI) di Jalan Nusakambangan Kamis (24/6) kemarin.

Baca Juga :  Korsleting Listrik, Rumah di Sukun Terbakar

Ia menyebut, musik tradisional di Indonesia merupakan sebuah seni yang sangat menarik. Ia sendiri mengaku sangat mencintai musik tradisional asal Sunda karena pernah beberapa saat ia tinggal disana. Tak hanya itu, ia juga terkesan dengan musik daerah lain yang memiliki ciri khasnya masing masing.

“Pesan saya untuk anak muda, supaya tetap melestarikan musik tradisional. Beberapa kali saya lihat ada daerah yang kehilangan musik atau alat tradisionalnya karena tidak ada penerusnya,” pesan Palmeer.

Palmeer membagikan cerita dan pengalamannya secara panjang lebar kepada pengurus MMI dan awak media. Sebelumnya, MMI juga didatangi oleh peneliti musik lain yang cukup dikenal yakni R Franki S. Notosudirjo atau lebih dikenal dengan nama Franki Raden.

Baca Juga :  Tebar 4000 Bibit Lele untuk Budidaya

Ketua MMI Malang, Hengki Herwanto mengaku gembira atas kedatangan mereka berdua. Selain bisa saling berbagi cerita, juga bisa saling berkolaborasi atau saling membantu satu sama lain.

“Kita juga tanya tanya program dia. Salah satunya kalau dengan Franki Raden dia akan menggagas festival musik di Bali, yang mengangkat musik daerah yang punya kualitas dunia. Termasuk Kota Malang, dia kelihatan tertarik dengan dua grup musik yakni Etnoholic dan satunya lagu Sugeng Rawuh untuk dipertimbangkan tampil di festival musik itu,” ungkap Hengki.

Baca Juga :  Humas Polresta Makota Kunjungi Rumah Kita, Ajak Masyarakat Maksimalkan Aplikasi Dumas Presisi

Sedangkan untuk Palmeer, Hengki sendiri telah mengenalkan seluruh koleksi yang dimiliki oleh MMI. Bahkan, karena Palmeer telah cukup banyak merekam musik tradisional Indoensia, Hengki mengajaknya untuk bisa mendokumentasikannya dengan baik.

“Kita juga sudah tunjukkan rekaman musik musik tradisi yang ada di tempat kita. Termasuk instrumen musik yang kita simpan. Yang terbayang di saya, karena dia banyak posting di internet, kita tawarkan bagaimana kita ajukan ke pemerintah untuk bisa dicetak jadi sebuah buku,” katanya. (ian/aim)