Pegulat Kabupaten Malang Panen Emas untuk Jatim

NEW MALANG POS – Atlet Malang Raya produktif sumbang emas untuk Jatim di PON XX Papua. Jika sebelumnya Paralayang yang didominasi atlet asal Kota Batu, kini giliran Kabupaten Malang.

Hasan Sidik sukses membawa pulang medali emas dari Cabor Gulat. Atlet asal Pakisaji ini memenuhi target medali emas setelah memenangkan pertarungan nomor Greco-Roman kelas 60 kilogram, Rabu (13/10).

Berbekal status juara PON 2016 Jabar, Hasan Sidik berhasil menaklukkan pegulat Kalimantan Timur Suparmanto dengan kemenangan angka. Keberhasilan Hasan Sidik membuat Jatim mengantongi enam medali emas di PON Papua, memenuhi target yang ditetapkan.

“Atlet Kabupaten Malang, Hasan Sidik kembali mendapat medali emas dari Gulat Gaya Greco kelas 60 Kilogram, ini raihan yang memenuhi target gulat Jatim,” kata pelatih Gulat Jatim, Basuki kepada New Malang Pos, Rabu (13/10). Ia mengatakan, Hadan Sidik merupakan salah satu atlet senior Kabupaten Malang di Cabor Gulat.

Baca Juga :  KKN-T Covid-19 STIKes Kepanjen Masuk 10 Besar Terbaik

Basuki menerangkan Hasan merupakan unggulan Jatim yang sudah sering juara di kejurnas maupun ajang internasional. “Harapannya semakin memotivasi atlet muda dengan kesuksesannya di PON kali ini,” tambahnya. Karena usia atlet yang terbatas dan kemungkinan ini adalah PON terakhir bagi Hasan, Basuki berharap kontribusinya tidak terhenti.

“Karena untuk Hasan ini adalah PON terakhir, harapanya kedepan Hasan menjadi pelatih gulat Jatim,” kata Basuki. Ia menuturkan, bahwa atlet senior perlu mendapatkan perhatian setelah membela daerah dan bangsa. “Selain atlet dia masih honorer di PU Bina Marga Provinsi Jatim, harapannya supaya di angkat menjadi pegawai negeri,” imbuhnya.

Untuk diketahui sebanyak lima pegulat dari Kabupaten Malang mewakili Jatim di PON Papua. Selain Hasan Sidik, terdapat Agus Fajar asal Pakisaji, Varadisa Septi Putri H asal Poncokusumo, serta Mutiara Ayuningtias dan Shintia Eka Arfenda dari Tumpang.
Empat dari lima atlet tersebut sudah menjalani pertandingan di nomor masing masing.

Baca Juga :  Liga Jerman; Gol 74 Detik, Haaland Nyaris Jadi Mimpi Buruk Bagi Munchen

Tiga di antaranya yakni Shintia Eka Arfenda asal Tumpang, Varadisa Septi Putri H asal Poncokusumo, dan Hasan Sidik meraih emas. Sedangkan satu perunggu disumbang Mutiara Ayuningtias asal Tumpang. Menyisakan Agus Fajar masih akan berlaga memperebutkan medali emas.

Hasan Sidik merupakan atlet senior yang sudah tiga kali mengikuti PON. Hasan menuturkan sudah melakukan persiapan yang matang, baik latihan yang saat ini lebih intensif, unsur teknik dan juga kekuatan otot serta latihan beban.

Selain itu pengalaman bertandingnya tak bisa diremehkan. Dia pernah mewakili Indonesia di Asian Games namun harus kalah melawan atlet terbaik dunia asal Iran. Ia juga pernah berlaga di Vietnam dan Bulgaria di beberapa kejuaraan internasional.
“Persiapan mental tarung diatas matras harus dikuatkan. Meskipun latihan bagus, mental harus bagus,” kata Hasan Sidik.

Baca Juga :  Bantu Korban Gempa, Pemkot Malang Berangkatkan Bantuan 8 Ton Semen

Hasan mengawali ketertarikannya pada gulat saat usia SMP. Beberapa kali ia mengikuti dan menjuarai kejuaraan. Ia berencana pensiun usai PON Papua.

“Alhamdulillah bisa mendapat emas kali ini. Kemungkinan ini PON terakhir saya. Sepertinya saya akan pensiun (dari Cabor Gulat) karena umur saya sekarang sudah 32 tahun, dan usia pensiunnya 35 tahun,” ucapnya.

Ia berharap Pemkab Malang maupun Pemprov Jatim dan pemerintah pusat memberi perhatian kepada para atlet. Setidaknya para atlet tidak kesusuahan dalam bekerja secara layak.

“Harapannya atlet pensiun dicarikan pekerjaan, setelah lepas pensiun kebanyakan susah cari kerja, kami butuh dukungan penuh, Karena sejauh ini atlet sudah terjamin, tinggal bagaimana memperhatikan masa pensiunnya,” harap Hasan. (tyo/van)

artikel Pilihan