PDNU Bentuk Santri Husada di Pesantren

CERAMAH: dr. H. Nur Kholish Qomari, Anggota Tim Satgas COVID-19 NU Malang Raya memaparkan teori dan fakta COVID-19, serta konsep pencegahannya di pesantren.

NEW MALANG POS – Upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19 di pesantren perlu dimaksimalkan. Karena warga pesantren juga dikategorikan sebagai pihak yang rentan terpapar COVID-19.

Hal itulah yang mengilhami tim pengabdian kepada masyarakat LP2M Univeristas Negeri Malang (UM) diketuai KH. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I. dan beranggotakan 2 orang menggagas program Santri Husada sebagai Satgas Pengendalian Penyebaran COVID-19 di lingkungan Pondok Pesantren Darul Faqih Malang.

“Pesantren menjadi perhatian kita dalam kegiatan ini, karena pesantren merupakan sentral pendidikan keagamaan yang harus dijaga dari COVID-19,” kata Ketua Tim Pengabdian yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faqih ini.

Menurutnya, santri juga harus diberikan edukasi perihal virus yang menjadi pandemi dunia ini agar mampu ikut serta menjaga diri dan lingkungan pesantrennya. Kegaiatan yang dilakukan dalam 3 fase ini melibatkan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama’ (PDNU) Malang Raya yang juga bertanggungjawab sebagai Tim Satgas COVID-19 NU Malang Raya dibawah pimpinan dr. Syifa Mustika.

Baca Juga :  Kabupaten 5 Pos Sekat, Batu 3 Lokasi

KH. Faris Khoirul Anam mengatakan, PDNU adalah lembaga professional yang terbukti konsisten memperjuangkan pesantren agar mandiri dan terus berbenah di bidang kesehatan.

Pada fase pertama, dengan melakukan edukasi, sosialisasi dan pemahaman tentang penyebaran COVID-19 di lingkungan pesantren. Seperti pada Ahad (20/6) dr. H. Nur Kholish Qomari, Anggota Tim Satgas COVID-19 NU Malang Raya bertindak sebagai narasumber. Dokter santri ini memaparkan dengan jelas teori dan fakta COVID-19, serta konsep pencegahannya di pesantren.

Beliau menekankan pentingnya kesadaran semua pihak dalam upaya memutus penyebaran COVID-19 dengan ikhtiar saling menjaga dan doa tulus mengharap kemurahan Allah SWT.

Baca Juga :  Pernah Jadi Polisi Berdedikasi, Kini Gabung Garuda Bhayangkara

Pada fase kedua, tim pengabdian LP2M membentuk Santri Husada di Pondok Pesantren Darul Faqih. Santri Husada adalah tim kesehatan khusus yang dibentuk pesantren beranggotakan santri sebagai Satgas penanggulangan penyebaran COVID-19 di lingkungan pesantren.

Menurutnya, Santri Husada bertugas melakukan pengawasan terhadap tamu yang masuk, melakukan screening kesehatan santri secara berkala, melakukan sterilisasi lingkungan serta mengadakan penyuluhan kesehatan kepada para santri yang lain. Santri Husada itu diharapkan mampu memberikan edukasi dan pemahaman yang menyeluruh terhadap pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi COVID-19.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi santri agar bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” ujar M. Alifudin Ikhsan, M.Pd., Kepala SMP Darul Faqih Indonesia yang mendampingi para santri mengikuti kegiatan.

Baca Juga :  PPKM Level 4 Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Sedangkan PDNU yang merupakan organisasi dokter NU telah memiliki pengalaman yang banyak dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 di Malang Raya, memfasilitasi pesantren untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai standar yang ada.

Tahapan kegiatan ini selesai pada fase ketiga, yakni pendampingan Santri Husada. Dalam hal ini tim LP2M UM tidak hanya menggandeng Satgas COVID-19 NU Malang Raya sebagai mitra utama, tetapi juga memaksimalkan peran Puskesmas Kecamatan Wagir dan tim Satgas NU Desa Pandanlandung sebagai mitra kesehatan pesantren.

‘’Santri Husada diharapkan menjadi pioneer kesehatan pesantren di masa kini dan masa yang akan datang,’’ pungkasnya. (*/udi)