Pastikan Aman, 265 Lansia di Kota Malang Divaksin AstraZeneca

9
vaksin covid
Para Lansia mendapatkan vaksin produksi AstraZeneca di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soeproen Kota Malang. (NMP-IPUNK)

MALANG, NewMalangPos – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi Lansia terus digerakan. Salah satunya di Rumah Sakit Tentara (RST) dr Soeproen Kota Malang, Senin (19/4) sebanyak 265 Lansia divaksin menggunakan vaksin produksi AstraZeneca.

 “Sesuai instruksi Kesdam V/Brawijaya, kami tiap-tiap Rumkit di daerah diminta melaksanakan vaksinasi untuk Lansia di wilayah masing-masing. Ini kami lakukan satu hari saja dengan dosis yang terbatas,” kata Koordinator Vaksinasi RST dr Soeproen dr Bowo Hery Prasetyo SpS di Gedung Graha Sabha RST dr Soeproen.

Dijelaskannya, mereka yang datang dan mendapatkan vaksinasi sebelumnya sudah melakukan pendaftaran. Diakuinya, Lansia di Kota Malang sangat antusias. Prosedur vaksinasi dilakukan seperti yang sudah ada melalui online. Kategori Lansia harus dalam kondisi fit alias tidak sedang sakit.

“Tentu saja ada tahapan skrining dulu. Ditanya apa ada riwayat penyakit penyerta atau tidak. Jika ada yang tidak boleh atau berisiko ditunda dulu. Sampai saat ini lancar,” terang dr Bowo.

Saat ditanya apakah vaksin AstraZeneca aman, dikarenakan vaksinasi di Kota Malang selama ini menggunakan Sinovac, dr Bowo menjelaskan pihaknya sudah melakukan vaksinasi dengan AstraZeneca sekitar 1 bulan lalu.

Sebelumnya, para purnawirawan TNI di lingkungan Rumkit RST dr Soeproen sudah lebih dahulu diberi vaksinasi jenis AstraZeneca ini.

“Efek samping yang terlihat saat itu beberapa orang hanya demam. Lalu menggigil di hari pertama. Tapi selang 1-2 hari sudah normal lagi. Efeknya seperti itu saja. Kami juga beri pelayanan khusus jika ada efek samping bagi Lansia  pasca diberi vaksin,” jelasnya.

Dijelaskannya, seluruh Lansia yang sudah menerima vaksin hari ini, juga dibekali obat paracetamol. Jika merasakan efek demam, maka langsung dapat dikonsumsi. Setelah proses vaksinasi ini, dibutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan lagi untuk dilakukan vaksinasi kedua.

Sementara itu salah satu peserta vaksinasi, Joko Ahmad menjelaskan dirinya tidak merasakan efek samping signifikan usai menerima vaksin.

“Tidak ada rasa apa-apa. Cuma tadi agak bingung alurnya ternyata panjang juga prosesnya,” tegas pria berumur 62 tahun ini. (ica/aim)