Pascagempa, Anak-Anak di Dampit Jalani Trauma Healing

4
Sebanyak 25 anak mendapatkan trauma healing dengan diajak bermain berbagai permainan di salah satu tenda darurat Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (Prasetyo Lanang/NMP)

MALANG, NewMalangPos– Guncangan gempa bumi Sabtu (10/4) pekan lalu masih menyisakan trauma tersendiri bagi warga terdampak. Bagaimana tidak, guncangan 6,7 Magnitudo itu menghancurkan ribuan bangunan rumah hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan termasuk di Kabupaten Malang. Upaya menangani trauma dilakukan demi mengembalikan kondisi psikis korban utamanya anak-anak.

Hal tersebut dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui Satuan Bakti Perlindungan Anak Kementerian Sosial RI di salah satu tenda darurat Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Sebanyak 25 anak mendapatkan trauma healing dengan diajak bermain berbagai permainan. Tak hanya bermain mereka juga diajak untuk belajar tentang berbagai pengetahuan selayaknya di sekolah, mulai berhitung hingga tebak tebakan.

Trauma healing dilakukan untuk mengembalikan kondisi psikis korban usai gempa. Sasaran utamanya yakni anak-anak usia dibawah 18 tahun. Anak-anak terlihat antusias dan ceria mengikuti proses trauma healing dengan berbagai permainan yang dikemas menyenangkan untuk anak.

“Ini merupakan bagian layanan sosial dari kementerian sosial terkait dampak bencana alam. Kita melakukan dukungan psikososial untuk pemulihan psikis anak yang ada di wilayah terdampak gempa. Utamanya di kondisi bulan puasa maupun pandemi ini,” kata Koordinator Satuan Pekerja Sosial Perlindungan Anak dari Kementerian Sosial RI, Juli Abidin.

Ia mengatakan, upaya mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar, sekaligus memberi arahan di tengah pandemi di bulan puasa tentang protokol kesehatan.

“Utamanya di kondisi puasa maupun pandemi bahwa prokes harus kita lakukan, pemulihan secara psikissosialnya terutama bermain dan pendidikan. Harus kita ajak untuk membaur kembali dengan teman-temannya agar tidak begitu terpengaruh terhadap psikisnya karena dampak dari gempa ini,” ujarnya. 

Diharapkan dengan adanya trauma healing ini, kondisi psikis anak-anak dapat segera pulih dengan kegiatan anak-anak bersosialisasi. (tyo/ley)