Pasar dan Fasum akan Diterapkan PeduliLindungi

Ilustrasi: Pasar Singosari akan menjadi salah satu pasar yang direncanakan menerapkan aplikasi PeduliLindungi oleh Pemkab Malang. (NMP-Ipung Purwanto)

MALANG, NEW MALANG POS-Semakin menurunnya tren penularan virus Covid-19 di Kabupaten Malang tak mengendurkan upaya menekan penerapan protokol kesehatan. Kali ini pasar tradisional dan fasilitas umum direncanakan akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto. Ia menerangkan akan melakukan uji coba secepatnya. Meski ia mengakui bahwa aplikasi yang dijalankan dalam sistem ponsel pintar itu tak selalu mudah diakses banyak kalangan, utamanya yang sedikit terbelakang dalam hal menggunakan ponsel pintar.

Baca Juga :  Kiai Anwar Jadi Inspirasi Berdirinya Pesma Al Hikam

“Untuk rencana tersebut masih akan dilakukan sosialisasi sebelum uji coba. Kuta masih merancang karena kita tahu rentang kalangan yang mengunjungi pasar lebih besar dibanding mal yang mudah diterapkan,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Sabtu (23/10).

Ia menjelaskan bahwa sejumlah pasar yang berada di kecamatan perkotaan dan pasar yang termasuk induk akan didahulukan jika ingin uji coba.

“Terkait warga yang memiliki aplikasi maupun tidak itu yang harus dibahas terlebih dahulu. Di Pasar Singosari, Kepanjen atau Lawang terutama pasar besar atau induk yang akan dilakukan uji coba,” terangnya.

Baca Juga :  Ditinggal Takziah, Rumah Terbakar

Meski begitu, Agung belum bisa memastikan kapan uji coba akan dilakukan mengingat penerapannya memerlukan pertimbangan matang.

“Kalau waktunya kita belum tahu. Yang jelas lebih cepat lebih baik. Nanti kemungkinan akan merambah seluruh pasar pastinya menerapkan aplikasi PeduliLindungi,” ungkap Agung.

Di sisi lain, penerapan aplikasi PeduliLindungi juga akan diterapkan di fasilitas umum. Saat ini juga mulai dilakukan di instansi pemerintahan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang telah mewajibkan scan QR Code PeduliLindungi bagi semua masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika memasuki area Pendopo Agung Kabupaten Malang

Baca Juga :  Gandeng Lanud Abd Saleh, Gelar Serbuan Vaksinasi di Empat Kecamatan

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindung sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.53 tahun 2021. “Sudah dilakukan uji coba, siapa saja yang akan masuk area Pendopo Agung harus scan dulu,” terang Firmando.

Firmando mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan tracing jika ada yang terpapar Covid-19.

(tyo/jon/nmp)

artikel Pilihan