Para Pejuang di Tengah Pandemi

dr Yosephine Pratiwi

Pulih dalam Tempo Sesingkat-Singkatnya

BANYAK pejuang kebaikan di tengah pandemi Covid-19. Hari-hari gerilya dengan caranya masing-masing. Tuuannya pasien sembuh, warga terdampak wabah Virus Korona pun tak terpuruk. Mereka di antaranya dr Yosephine Pratiwi, Juragan 99 Gilang Widya Pramana dan Tri Wahyuni Achyar Dkk dari Komunitas Peduli Malang (Asli Malang).

MALANG, NewMalangPos – Ini kisahnya dr Yosephine Pratiwi. Terapi uapnya telah menyembuhkan lebih dari 300 pasien Covid-19. Utamanya yang tak tertampung rumah sakit dan pasien kurang mampu.

Sempat tutup lantaran membeludaknya pasien. Ia akhirnya mendapat tempat baru dan kembali membuka praktiknya. Terapi uap yang ditemukan diterapkan pada pasien dengan gejala penurunan saturasi oksigen hingga gejala lain.

Tiwi sapaan akrab dr Yosephine Pratiwi melakukan terapi penyembuhan  sejak Desember 2020 bersamaan dengan ibunya yang terpapar Covid-19. Ia rela menggratiskan biaya pengobatan atau terapi bagi pasien kurang mampu.

Perjuangannya tak mudah. Sempat menemui berbagai rintangan. Seperti peringatan dari sejumlah pihak karena pasien yang datang membeludak. Klinik yang berada di Jalan Raya Takeran Ngijo Karangploso harus tutup. Ia mencari tempat baru. 

Ia  dibantu sejumlah pihak untuk mendapat tempat praktik baru di lokasi bakal gedung Pendidikan Vokasi UMM. Yakni di  Jalan Bukit Palem Raya Ngijo Karangploso.

Di tengah perjuangan membantu pasien, ibu dua anak ini juga harus meyakinkan keluarganya. 

Baca Juga :  Cara Thailand dan Kamboja Tekan Kasus Corona Tetap Rendah

“Saya berusaha meyakinkan pelan-pelan sekarang sudah sedikit menerima meski masih ada was-was dari keluarga,” ungkap wanita asal Jombang ini. Tiwi melibatkan tujuh orang nakes yang membantunya sehari-hari pagi dan sore.

“Sampai sekarang pasien kurang mampu yang datang bisa digratiskan sampai sembuh, tapi kalau saturasi menurun harus mau saya rujuk ke rumah sakit,” katanya. Ia tak merasa dirugikan. “Buktinya saya masih cukup saja, tidak ada kata rugi selama bisa bantu meski tidak bawa apa-apa tapi penyakitnya berat kita tangani. Pendapatan saya gaji nakes, sisa sedikit saya tabung, sampai sekarang tetap dicukupkan,” sambung Tiwi.

Ada juga sosok lain yang berjuang dengan caranya. Yakni Gilang Widya Pramana, Juragan 99.

Melalui J99 Foundation, Gilang terlibat dalam upaya penanganan Covid-19 di sejumlah daerah, khusunya di Malang Raya.
Aksi sosialnya sejak Mei 2021 lalu. Kala itu, Gilang memberikan THR kepada 500 guru ngaji. Kegiatan sosial lainnya terus dilakukan secara berkala, terutama di bulan Juli 2021. Di awal bulan itu, J99 Foundation membagikan 1.000 masker dan makanan gratis kepada tenaga kesehatan.

Gilang Widya Pramana bersama istri

Warga yang menjalani isoman juga mendapat perhatiannya. Yakni menyalurkan paket sehat berupa makan siang dan makan malam. Ada buah, vitamin, susu  dan masker dari Kosmemask, salah satu perusahaan Gilang.

 “Mas Gilang ingin memberikan support dari sedikit rezeki yang ada supaya yang isolasi di rumah ini tidak usah bingung mencari saat PPKM Darurat. Harapannya bisa mendukung pemerintah untuk menekan angka Covid-19 di Malang. Karena dengan itu turun, maka gerakan apapun dapat lebih mudah, kegiatan ekonomi bisa berjalan lagi,” kata Koordinator J99 Foundation Sidik Wijanarko.

Baca Juga :  Koran Media Rujukan

Akhir Juli lalu, Gilang juga memberikan 5.000 paket sembako kepada warga Kota Batu. Hand sanitizer dan oksimeter juga diberikan. “Sebelumnya kita juga memberikan bantuan kepada warga yang sedang isoman. Kedepan akan ada juga pemberian bantuan sembako kita sasar ke kota lain. Semoga bisa bermanfaat karena ini semua untuk bantu sesama yang membutuhkan,” ujar Gilang kala itu.

Selain di Malang Raya, Gilang memang sudah memberikan sejumlah bantuan ke wilayah-wilayah lain di Jatim. Sepertidi Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo dan  Surabaya. Wilayah lain di Indonesia juga sempat merasakan bantuan dari perusahaannya, seperti Bandung, Bekasi dan Medan.

Terbaru Gilang rencananya membangun Rumah Sakit Lapangan. Ia akan bekerjasama dengan Pemkot Malang untuk mewujudkan itu. Sejauh ini masih mengurus administrasinya.

Gerakan bersama masyarakat Malang bahu membahu mengatasi pandemi juga dilakukan lewat fanspage Komunitas Peduli Malang (Asli Malang). Lewat komunitas itu, berbagai program kemanusiaan dijalankan untuk membantu sesama. Sudah bergerak sejak awal pandemi bantu  mengatasi kelangkaan masker dan hand sanitizer.

Baca Juga :  Studi: Rumah Jadi 'Hot Spot' Penularan Covid-19

Admin sekaligus Bendahara Komunitas Peduli Malang Tri Wahyuni Achyar alias Yoeni Achyar mengatakan, program itu pun berhasil karena respon member begitu besar. Mereka juga bantu APD.

“Waktu itu belum free saja respon masyarakat tinggi. Jadi kita batasi satu orang satu produk. Kalau untuk APD kita bagikan ke puskesmas puskesmas,” katanya.

Program sosial lain yang dilakukan bantuan warga yang jalani isoman. Ia menilai para isoman ini harus segera mendapatkan bantuan karena biasanya kurang mendapatkan perhatian. Selain isoman, sejumlah lansia pun mendapat bantuan. Total ada 20 lansia yang dibantu setiap bulannya. Selain itu ada juga makan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi masyarakat terdampak pandemi. Yoeni mengatakan, makan gratis ini biasanya digelar setiap akhir pekannya dan menghabiskan rata rata 30 kilogram bahan makanan dalam satu hari.

Yoeni mengatakan sederet program ini tentu membutuhkan waktu dan tenaga. Meski demikian, ia mengaku senang bisa membantu sesama.  “Kebetulan dari semuanya pengurus atau teman- teman ini yang paling luang waktunya saya. Tak masalah waktu saya korbankan untuk kegiatan seperti ini. Bermanfaat bagi orang banyak,” tuturnya.

Ia bersyukur bisa terus bermunculan gerakan sosial oleh berbagai kalangan. Ia bahkan ingin mengajak berkolaborasi. Dia berharap makin banyak kalangan yang terinspirasi dan melakukan aksi sosial. (tyo/abr/ian/van)

artikel Pilihan