Optimalisasi Potensi Penduduk Pasca Pandemi

13

NewMalangPos – Setahun sudah, pandemi Covid-19 menyebar di seluruh penjuru tanah air, tak terkecuali di Kota Malang. Berbagai dampak yang ditimbulkan oleh pandemi turut melumpuhkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kini, harapan baru menuntaskan pandemi mulai hadir melalui vaksinasi. 28 Januari lalu, pencanangan vaksinasi yang diikuti oleh berbagai tokoh masyarakat dari berbagai segmentasi di Gedung Bersama Balaikota Malang. Vaksinasi terus berlanjut hingga sekarang.

          Lantas, apakah harapan baru akan pemulihan dan percepatan pembangunan pasca pandemi sudah ditopang oleh modal sumber daya manusia yang memadai? Potensi sumber daya manusia seperti apakah yang sudah dimiliki oleh Kota Malang?

          Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil Sensus Penduduk 2020 pada tanggal 21 Januari lalu. Secara nasional pada September 2020, jumlah penduduk Indonesia sebesar 270 juta jiwa. 843.810 jiwa di antaranya adalah penduduk Kota Malang. Dari jumlah penduduk kota Malang yang tidak sedikit ini, seharusnya dapat menjadi motor penggerak pemulihan dan percepatan pembangunan Kota Malang pasca pandemi.  

Memetakan Karakteristik Penduduk Kota Malang

          Populasi penduduk pada suatu wilayah adalah modal dasar bagi pembangunan wilayah tersebut. Oleh karena itu, pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Daerah hendaknya disesuaikan dengan karakteristik penduduk sebagai modal pembangunannya. Memetakan potensi penduduk berdasarkan karakteristiknya adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan. Bagaimanakah kekuatan potensi penduduk Kota Malang saat ini?

          Dibandingkan dengan Sensus Penduduk yang terakhir dilakukan pada tahun 2010, terjadi kenaikan jumlah penduduk sebesar 23.567 jiwa. Dengan kata lain, laju pertumbuhan penduduk Kota Malang selama periode 2010 – 2020 sebesar 0,27 persen per tahunnya.

          Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Kota Malang, pada tahun 2020 penduduk Kota Malang yang berjenis kelamin perempuan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Dengan rasio jenis kelamin sebesar 99,05 yang berarti dari setiap 100 orang penduduk laki-laki di Kota Malang, terdapat 99 penduduk perempuan. Besaran ini masih sejalan dengan tren rasio jenis kelamin pada sensus penduduk sebelumnya, dimana penduduk perempuan di Kota Malang jumlahnya melebihi penduduk laki-laki.

          Berikutnya, karakteristik penduduk menurut generasi tahun kelahiran menunjukkan bahwa penduduk Kota Malang pada tahun 2020 didominasi oleh penduduk generasi Z dan Generasi Milenial. Penduduk generasi Z sebesar 26 persen, penduduk Milenial sebanyak 25 persen, apabila kedua generasi ini dijumlahkan menjadi sebesar 51 persen atau separo dari total penduduk Kota Malang.

          Pada tahun 2020, Generasi Milenial diperkirakan berusia sekitar 24-39 tahun dan generasi Z berkisar pada usia 8-23 tahun. Inilah awal dari Bonus Demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif.  

Tantangan di Masa Pandemi

          Pandemi yang berlangsung selama setahun terakhir, telah terpotret membawa dampak bagi penduduk Kota Malang. Setidaknya, terdapat dua indikator yang menunjukkan dampak pandemi dari aspek sosial di Kota Malang.

          Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan prosentase penduduk miskin di Kota Malang pada tahun 2020. Inilah tantangan yang harus dihadapi tahun 2021 ini. Berbagai tantangan yang ada ini harus dihadapi dengan solusi sesuai dengan modal sumber daya manusia yang dimiliki oleh Kota Malang.

          Pertama, tantangan ketenagakerjaan. Berdasarkan kondisi ketenagakerjaan Agustus 2020, diakibatkan pandemi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang naik cukup tajam sebesar 3,73 poin menjadi 9,61 persen. Menurut pendidikan terakhir yang ditamatkan, penduduk lulusan SMK memiliki TPT tertinggi sebesar 13,72 persen.

          Kedua, tantangan kemiskinan. Selama tahun 2020, prosentase penduduk miskin naik dari 4,07 persen menjadi 4,44 persen. Di Kota Malang, besaran ini merupakan porsentase yang tertinggi selama tahun 2016-2020 atau sepanjang lima tahun terakhir.

Memulihkan Masyarakat Pasca Pandemi

          Di balik setiap tantangan yang harus dihadapi, Kota Malang masih memiliki modal kekuatan yang besar untuk kembali pulih pasca pandemi. Optimisme ini dapat dilihat dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menunjukkan kekuatan modal manusia Kota Malang. Dengan IPM sebesar 81,45 pada tahun 2020, yang tumbuh sebesar 0,16 persen Kota Malang menduduki peringkat 2 tertinggi di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Predikat sangat baik yang dimiliki Kota Malang telah dipertahankan sejak tahun 2015. Dari sinilah, muncul optimisme untuk Kota Malang bangkit kembali pulih pasca pandemi.

          Lantas, langkah apa yang perlu diambil untuk mengoptimalkan potensi kependudukan yang ada? Pemuda potensial Kota Malang juga perlu dibangun jiwa wirausahanya. Para generasi milenial dan generasi Z memiliki keunggulan yaitu kedekatan dengan dunia digital, hal ini tentunya dapat menjadi pembeda dengan wirausahawan generasi terdahulu.

          Angin segar bagi para milenial dan gen-Z Kota Malang juga muncul dari dicanangkannya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Dengan grand design yang direncanakan akan dapat mengakomodasi kebutuhan para milenial ini, tampaknya akan dapat menyerap tenaga kerja dan menyalurkan potensi para milenial.

          Peran penduduk usia produktif yang optimal akan mendukung berbagai kemajuan Kota Malang, meski kini harus menjalani kehidupan dan melakukan kegiatan usaha di tengah kehidupan new normal. Semoga, Kota Malang dan seluruh penduduknya dapat terus berbenah dan melesat menjadi peradaban yang modern dengan tetap mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakatnya.

          Seluruh kebaikan dan potensi dari penduduk Kota Malang akan berlalu begitu saja jika tidak dilihat sebagai suatu modal akselerator pembangunan. Oleh karena itu, setiap kebijakan hendaknya tepat sasaran sesuai dengan apa yang diperlukan masyarakat Kota Malang.

          Dimulainya vaksinasi untuk menekan laju penularan Covid-19, menjadi awal yang baik untuk memikirkan strategi memacu pembangunan. Setelah pandemi usai, pembangunan akan dipercepat dengan modal sumber daya manusia yang berpotensi.(*)