Operasi Simpatik Satpol PP Amankan Anak Punk dan PKL

IRA RAVIKA Puluhan anak punk diamankan anggota Satpol PP Kabupaten Malang saat razia di wilayah Kecamatan Singosari dan Lawang.

MALANG, NewMalangPos – Operasi simpatik digelar anggota Satpol PP Kabupaten Malang. Selasa (14/9) kemarin, petugas melakukan operasi simpatik di wilayah Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari.

Sasarannya adalah anak punk dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tepi jalan. Meskipun banyak anak punk yang tertangkap saat operasi digelar, namun tidak satupun dari mereka yang diberikan sanksi. Petugas hanya memberikan pembinaan kepada mereka agar tidak melakukan kegiatan baik mengamen ataupun kegiatan lainnya di wilayah Kabupaten-malang">Singosari atau Kabupaten Malang.

Baca Juga :  Jalan Taji Butuh Perhatian

“Anak punk kami amankan dari Simpang Empat Karanglo, mereka ada yang mengamen, ada juga yang hanya duduk-duduk saja. Kami berikan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,’’ kata Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang.

Mando sapaa akrabnya mengatakan, operasi simpati ini sekaligus untuk mensosialisasikan PPKM Level 2 Kabupaten Malang dan protokol kesehatan. Itu sebabnya, selama operasi simpatik digelar, kami juga membagikan masker dan meminta seluruh masyarakat untuk selalu disipin menerapkan protokol kesehatan.

“Meskipun sudah level 2, tapi tidak boleh lengah. Protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Masker kemanapun saat keluar rumah maupun di rumah dalam kondisi tertentu wajib digunakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19,’’ katanya.

Baca Juga :  Pelanggar Prokes di Kecamatan Pakis Mayoritas Laki-laki

Mantan Camat Pakis ini mengaku, selama operasi simpatik dilakukan banyak melihat warga yang tidak menggunakan masker. Hal inilah yang disesalkan.

“Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Jadi kami terus mengingatkan agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan,’’ ungkapnya.

Sementara untuk para PKL, Mando mengatakan petugas juga menyasar mereka yang berjualan sampai dengan badan jalan.

 “Tadi PKL yang berjualan di badan jalan kami minta mengemasi barang dagangannya. Mereka tidak boleh berjualan di badan jalan, dimanapun itu,’’ tambahnya.

Berbeda dengan anak punk, untuk para PKL dikatakan Mando pihaknya meminta pedagang untuk membuat surat pernyataan. Dimana dalam surat tersebut, selain tertulis berjanji tidak mengulangi, juga siap mendapatkan sanksi jika mengulangi perbuatannya. (ira/jon/nmp)

Pilihan Pembaca