Voli, Kalah Dua Kali di Uji Coba

NewMalangPos, Malang – Tim voli putra Kota Malang harus takluk di tangan Kabupaten Lamongan dalam laga uji coba segitiga bersama JVC Malang di Gor Ken Arok, pada Minggu (14/2) kemarin. Laga berjalan sebanyak 4 set, namun tidak satu set pun dimenangkan Kota Malang. Laga yang berlangsung selama 90 menit, berakhir dengan skor 0-4;16-25, 22-25, 23-25, 19-25.

12 atlet Kota Malang yang diproyeksikan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII 2022 juga tidak berdaya kala menghadapi JVC Malang U-18. Skor akhir 1-2 untuk kemenangan JVC: 25-17, 23-25, 21-25. Pertandingan digelar tepat setelah selesai melawan Lamongan.

Ketua Pengurus Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Malang Sugeng kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, perbedaan kualitas kedua tim terletak pada kedisiplinan pribadi atlet. Sehingga berdampak pada fisik dan kemampuan atlet.

“Saya menilai (Kabupaten Lamongan, red), di samping lapangan diinstruksikan oleh pelatih, pribadi mereka pasti menambah sendiri,” ucapnya.

Atas performa buruk itu, Sugeng tidak akan kaget apabila cabor bola voli (indoor) batal diturunkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII 2022 mendatang.

Dia menjelaskan, pengurusnya hanya punya andil 10 persen, khusus di bagian administrasi, untuk memberangkatkan tim bola voli. 30 persen lainnya adalah penilaian dari pelatih. UM dan KONI Kota Malang juga punya andil masing-masing 30 persen dari hasil tes yang mereka gelar.

“Masuk atau tidaknya itu kan tergantung sama UM atau KONI. Kalau dari mereka menyatakan tes kebugaran atlet gak layak, ya tidak akan berangkat,” ujar Sugeng.

Sekalipun anak asuknya dihajar Lamongan, asisten pelatih Sugiyanto tetap mengapresiasi performa para atlet di lapangan. Setidaknya, menurut dia, Kota Malang masih bersaing dari segi perolehan skor di setiap setnya.

Dia beralasan, persiapan timnya belum maksimal karena sempat terbentur pandemi. Tim bola voli Kota Malang mulai kembali intensif latihan pada bulan Oktober 2020 lalu.

“Tetapi, bagi kami masih belum puas. Ini PR kami mi supaya anak-anak ini bisa lebih bagus lagi, terutama soal fisik dan tekniknya. Dua hal ini nantinya yang perlu kami perbaiki,” ujar pria yang juga melatih di klub JVC itu.

Menanggapi komentar Sugeng soal kedisiplinan atlet, Sugiyanto menyetujui hal tersebut. Dia merasa para atlet kurang disiplin, utamanya soal kehadiran mereka.

“Kami dari jajaran pelatih dari awal memang ingin menanamkan kedisiplinan. Terutama disiplin waktu,” terangnya.

Kabupaten Lamongan sendiri memang bukan lawan yang main-main. Mereka pernah mencapai babak semifinal sebelum dikandaskan Kabupaten Pacitan pada Porprov 2019. Pada laga uji coba kemarin, Lamongan membawa sembilan pemain. (dj8/ley)