Tenis, Tidak Ada Turnamen, Gelar Kompetisi Internal

NewMalangPos, Malang – Audito Tenis Club menggelar kompetisi bersama untuk lingkup internal di Lapangan Tenis Gajayana, sejak Jumat (12/2) sampai Minggu (14/2) kemarin. Pesertanya berjumlah tujuh orang putra dan enam orang putri. Enam di antaranya merupakan atlet tenis Kota Malang untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII 2022.

Kompetisi internal itu dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi. Pemenangnya ditentukan dari peraih kemenangan terbanyak. Hasilnya, Rizal Arga dan Andi Muhammad  keluar sebagai juara 1 dan 2 putra, sedangkan juara 1 dan 2 putri adalah Cantika Dinda dan Meydiana.

Nedy Audito selaku pelatih di klub Audito Tenis Club menuturkan, sejauh ini para atlet hanya bisa latihan tanpa mengikuti turnamen karena terkendala pandemi. Dia pun akhirnya berinisiatif menggelar kompetisi internal supaya atlet bisa tetap kompetitif.

“Saya kepikiran bikin kompetisi bersama ini supaya anak-anak tidak bosan latihan terus. Apalagi ini kan hampir setahun mereka gak ada turnamen,” ungkap Ito, panggilan akrabnya.

Selain itu, kompetisi internal ini diharapkan dapat memantau perkembangan atlet. Hasil latihan selama ini, menurut dia, dapat dilihat dari kompetisi tersebut. “Saya ingin melihat kemampuan anak-anak selama pandemi ini masih terjaga atau malah ada yang lebih baik lagi, atau mungkin jadi lebih buruk. Itu terlihat dari hasil dan skornya,” tuturnya.

Sementara bagi atlet Porprov, Ito punya harapan tersendiri. Ia menginginkan masing-masing atlet menjadikan ajang ini untuk menjaga level kompetitif di antara mereka. Para atlet bisa menilai kemampuannya dari hasil pertandingan yang mereka jalani. “Saya berharap atlet Porprov tetap bisa bersaing secara sehat,” ujar pria yang juga menjadi Pelatih Tenis Kota Malang itu.

Ito mengaku hasil akhirnya sesuai dengan prediksi awal. Ia sudah paham sejauh mana kemampuan atlet-atlet yang dibinanya.

“Cuman ternyata ada kejutan. Seperti Rifdan itu, umurnya baru 15 tahun. Dia anggota termuda Porprov Kota Malang putra. Paling tidak dia bisa beri perlawanan ke senior-seniornya,” ujar dia bangga.

Menurut dia, karena kompetisi kemarin sifatnya tidak resmi, mayoritas pesertanya adalah anak didikan Ito di klub maupun kota. Selain itu, ada juga dua pemain asal Kota Surabaya. (dj8/ley)