Sepatu Roda. Coaching Clinic Bareng Pelatih Timnas

NMP
NewMalangPos

NewMalangPos, Malang – Arena Velodrome Kota Malang tampak ramai dengan kehadiran atlet-atlet sepatu roda dari sejumlah klub di Kota Malang dan Kabupaten Malang yang mengikuti coaching clinic, pada Minggu (3/1) pagi kemarin. Para atlet ini menjalani sesi coaching clinic setiap hari sejak tanggal 30 Desember 2020 sampai dengan Selasa (5/1) besok. Mantan pelatih umum tim nasional sepatu roda Indonesia untuk Sea Games 2011, Afandi yang berasal dari Jawa Tengah didatangkan untuk memberikan porsi latihan kepada para atlet rentang usia 10–16 tahun.

Program latihan pada hari Minggu, kata Afandi, meliputi teknik dasar, teknik mengayun, sampai dengan teknik meluncur. Ketiga porsi tersebut sebelumnya sudah diberikan kepada para atlet sejak hari pertama sampai hari ketiga coaching clinic. Maka dari itu, ia kemudian menggabungkan semua porsi latihannya di hari kelima.

“Hari Senin besok (hari ini, red) akan latihan kecepatan. Tapi kecepatan tidak 100 persen. Paling mentok kecepatannya sampai 80 persen. Jadi jangan sampai anak-anak kacau. Kami mulai dari pelan baru kemudian bisa kencang,” tuturnya di sela coaching clinic.

Di hari terakhir nanti, Afandi berencana menggelar simulasi lomba di lintasan sepatu roda Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Untuk itu, ia akan memberikan porsi latihan yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk teknik start, teknik cornering, hingga teknik mengambil posisi.

Afandi berharap selepas coaching clinic ini, para atlet akan mendapatkan penggemblengan lanjutan di klub mereka masing-masing. “Ilmu yang saya beri ini kan ilmu dasar. Di sini saya hanya memoles anak-anak yang kurang di teknik tertentu. Seperti di ayunan, mendorong, sampai posisi jongkok. Ilmu selanjutnya akan mereka peroleh dari klub masing-masing,” ujarnya.

Terlaksananya coaching clinic bagi para atlet sepatu roda ini tidak lepas dari inisiasi para wali atlet klub Malang In Line Skate (MILS). Agustia, salah satu wali atlet, menjelaskan bahwa masa coaching clinic ini memang diselenggarakan saat program latihan dari klub sedang libur. Ia menginginkan anaknya dan para atlet muda lain bisa memanfaatkan masa liburan tersebut.

“Ini inisiatif dari wali atlet. Kami melihat liburan ini ketimbang bermain handphone, sebaiknya diadakan coaching clinic dengan mendatangkan pelatih dari Jawa Tengah, yaitu Pak Afandi. Di coaching clinic ini tujuannya untuk membenahi teknik para atlet,” kata perempuan yang juga menjabat sebagai bendahara Perserosi (Persatuan Olahraga Sepatu Roda seluruh Indonesia) Kabupaten Malang.

Wali atlet lainnya, Winarno menganggap coaching clinic sebagai sebuah kebutuhan. Menurutnya, porsi latihan pada sesi coaching clinic disesuaikan dengan keperluan. Kebetulan, di masa liburan dan kompetisi yang masih belum jelas ini, para atlet diasah teknik-teknik dasar dulu.

“Teknik betul dulu, baru banter (kencang, red),” tandasnya. (mg4/ley)