Program Shin Tae Yong di Timnas Berantakan Tanpa Kompetisi

NMP
Shin Tae Yong berharap kompetisi Liga 1 bergulir kembali. (Bisma Septalisma CNNIndonesia/Newmalangpos)

NewMalangPos  – Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menyebut program yang dibuatnya berantakan jika kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 tidak berjalan.

Pelatih asal Korea Selatan itu berharap semua pihak bisa mendukung PSSI untuk menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal 2021.

“Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2 bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan? Kompetisi merupakan jantung pembinaan, saya bisa saja mengambil pemain baru untuk skuad Timnas U-19, U-23 maupun senior nantinya,” kata Shin Tae Yong dilansir situs resmi PSSI.

Baca Juga: Mantan Anggota DPRD Kota Malang Indra Tjahyono Meninggal Dunia di Lapas

Harapan Shin Tae Yong agar kompetisi kembali bergulir bukan sesuatu yang baru. Ia pernah mengungkapkan hal serupa pada Oktober 2020 atau sekitar tujuh bulan setelah kompetisi Liga 1 disetop akibat pandemi Covid-19.

Namun, sampai 10 bulan terakhir pihak Kepolisian belum juga memberikan izin keramaian yang menjadi syarat utama kompetisi bisa bergulir kembali. Tidak ada kompetisi bisa merusak persiapan Timnas.

“Tentu saya sebagai pelatih timnas Indonesia ingin Liga 1 dan 2 segera bergulir. Hal ini sangat penting karena saya bisa memantau para pemain dan melihat perkembangan mereka,” kata Shin Tae Yong.

“Karena melalui kompetisi resmi, pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan. Serta ujung sebuah kompetisi itu timnas. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan timnas negara lain atau klub,” kata pelatih yang baru tiba di Jakarta pada Kamis (14/1) malam.

Baca Juga: Gagal Realisasikan Mesin Insenerator

Dilansir dari CNN Indonesia, PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berusaha agar dapat menggelar kompetisi Liga 1 dan 2 pada awal 2021 ini.

“Terkait kompetisi, PSSI bersama PT LIB terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

“Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada pihak kepolisian. Apapun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh,” tambah pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

PSSI memastikan akan menjalankan kompetisi dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi Covid-19. Panduan protokol kesehatan untuk kompetisi sudah dibuatkan regulasinya serta diberikan kepada klub. (TTF/jun/CNNI)