PABSI Kota Malang, Andalkan Peraih Emas Porprov

NewMalangPos, Malang – Rasa percaya diri dimiliki oleh Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Malang dalam helatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII tahun 2022 mendatang. Pasalnya, hasil latihan dari dua atlet andalan dalam Puslatcab dinilai maksimal dan lawan di kelasanya kian berkurang.

Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesiab(PABSI) Kota Malang Muslimin menyatakan bahwa dua atlet andalan cabang olahraga (cabor) angkat besi diprediksi tidak akan menemui kesulitan berarti. Atlet tersebut adalah Alan May Saputra di kelas 73+ dan Humang Zaki di kelas 55.

Muslimin mengatakan, hasil latihan kedua atlet tersebut pada pemusatan latihan cabang (puslatcab) sangat memuaskan. Keduanya terus menunjukan progres. Ditambah lagi, peta kekuatan lawan saat ini tidak begitu mengkhawatirkan.

“Kalau di Jawa Timur, di kelasnya dia (Alan May Saputra, red) sudah gak ada lawannya. Lawan kami kemarin itu dari Kediri sudah habis umurnya, jadi tidak bisa main lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, cabor angkat besi tidak seperti cabor lain yang bisa seketika melejitkan debutannya menjadi juara. Kekuatan atlet angkat besi bisa dinilai lewat lama latihan dan jam terbangnya.

Dengan demikian, para jawara Porprov Jatim VI 2019 yang sudah tidak bisa lagi ikut pada gelaran Porprov mendatang, kemungkinan besar akan digantikan oleh atlet yang lebih muda dan belum pernah mencicip juara. Kebetulan pula, Alan dan Zaki merupakan pendulang emas bagi Kota Malang pada edisi Porprov sebelumnya.

“Saya sudah tidak lagi memperhitungkan Porprov 2022, sudah tidak ada lawannya. Saya sudah menargetkan capaian selanjutnya di level Kejurnas atau seleksi PON,” ungkap Muslimin kepada New Malang Pos.

Untuk itu, kedua atlet tersebut terus digembleng agar mampu mencapai standar di level yang lebih tinggi. Dia mengatakan, standar beban angkatan snatch di kelasnya Alan berada di kisaran 130 – 140 kg, sedangkan di kelasnya Zaki sudah harus bisa mengangkat 120 kg di jenis angkatan yang sama.

Dalam lanjutan puslatcab angkat besi, seluruh atlet menjalani jadwal latihan Minggu Berat 1, termasuk kedua atlet andalan Kota Malang itu. Pekan lalu, mereka berupaya mencatatkan rekor pada angkatan snatch dan clean and jerk.

Rekor yang dimaksud adalah total beban yang diangkat selamaa program latihan berlangsung. Para atlet harus bisa memecahkan rekornya sendiri.

“Jadwal mereka itu ada Minggu Ringan, Minggu Berat 1, dan Minggu Berat 2. Setiap hari Senin di Minggu Berat 1, mereka akan ambil rekor. Jadi kira-kira setiap tiga minggu sekali,” kata Muslimin

Rekor latihan yang dipegang oleh Alan pada angkatan snatch adalah 115 kg. Di jenis angkatan yang sama, Zaki mampu mencatat rekor 90 kg.

Dalam pantauan New Malang Pos, Alan tampil impresif pada latihan tersebut. Ia berhasil menorehkan rekor di dua jenis angkatan. Ia berhasil menangkat 120 kg pada angkatan snatch, bertambah 5 kg dari rekor sebelumnya. Dia juga berhasil mengangkat total 153 kg pada angkatan clean and jerk, lebih banyak 3 kg dari rekor sebelumnya.

“Pastinya latihan lebih giat lagi,” kata Alan menjelaskan kesuksesannya mencatat rekor baru.

Alan menanggapi serius rencana Muslimin untuk menargetkan Kejurnas. Dalam bayangannya, ia harus mampu mencapainya dalam waktu 2 – 3 tahun mendatang. Meski begitu dia paham, standar minimal di tingkat Kejurnas masih jauh dari kemampuan dia saat ini.

“Target saya 135 kg dan 157 kg (angkatan snatch dan clean and jerk, red),” pungkasnya. (dj8/ley)