Esteban Guillen Terpikat Ganti Gomez

New malang Pos
Esteban Guillen,

NEW MALANG POS – Bursa transfer tampaknya berlaku lebih cepat bagi tim Arema FC. Hal ini disebabkan mundurunya pelatih kepala Mario Gomez. Sehingga tim kelahiran 1987 tersebut harus mencari penggantinya. Sekalipun masih menunggu arahan direksi, beberapa nama sudah dikaitkan. Salah satunya, Esteban Guillen, mantan skuad Singo Edan ketika merengkuh juara ISL 2009/2010.

Nama Esteban, kembali mencuat setelah musim lalu juga sempat dikaitkan dengan Arema FC. Kala itu dia juga sempat dikabarkan mengajukan diri ke manajemen. Selain itu, Esteban terhitung memiliki lisensi setara AFC Pro sejak tahun 2018.

Berdasarkan informasi yang diperoleh New Malang Pos, Esteban sudah ‘say hello’ kepada manajemen Arema FC begitu mendengar Mario Gomez mundur. “Ya intinya menyapa. Lalu bilang juga, kalau dirinya siap melatih Arema, secara lisensi juga sudah lolos,” papar salah satu sumber internal tim Arema FC.

Akan tetapi ia menyebutkan, manajemen masih mempertimbangkan dulu. Tidak langsung diterima, karena masih akan ada perbincangan antara manajemen dengan direksi klub Arema FC. Kebetulan memang Esteban menjaga hubungan baik dengan manajemen.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo tidak menampik kabar adanya komunikasi dengan Esteban Guillen. Ia menekankan masih sering berkomunikasi dengan banyak mantan pemain Arema FC.

“Entah itu menyemangati, seperti sekarang ini. Atau ada juga yang menawarkan diri atau mencoba menawarkan orang lain,” tuturnya.

Secara kriteria, Esteban memang bisa masuk dalam daftar tunggu menjadi pelatih Arema FC, bila Mario Gomez sudah benar-benar lepas. Namun Ruddy menyebut ada sejumlah nama yang sudah menawarkan diri.

“Sementara sih kami juga cuma jawab, iya, menunggu komunikasi dengan direksi dulu. Atau kalau yang memberikan semangat, tentu kami berterima kasih,” beber dia.

Esteban sendiri, musim ini juga memiliki keterkaitan dengan Arema. Salah satu pemain, Matias Malvino memang mengenal Esteban. Lalu, Matias bertekad bisa meneruskan jejak sang senior. Tentunya, bila Esteban bergabung, bisa membantu proses adaptasi Matias.

Sementara itu, Esteban Guillen mengakui, bila dirinya mengikuti perkembangan sepak bola di Indonesia, termasuk Arema. Ia berharap, di antara nama calon, ada namanya yang dipertimbangkan manajemen Arema.

“Saya secara rutin mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Tentu saya tahu juga tentang Arema,” tuturnya.

Menurut dia, sesudah jabatan pelatih kosong, manajemen dipastikan sedang mencari-cari sosok yang pas sebagai pengganti.

“Semoga ada nama saya juga. Saya juga sudah pegang lisensi dan merasa siap kalau dikasih kepercayaan,” tambah dia.

Esteban menyampaikan, baik dirinya maupun Arema sudah saling memahami. Ia berharap, tak perlu lagi menghubungi manajemen bila dirinya berniat menjadi pelatih Dendi Santoso dkk.

“Intinya saya tahu betul, Arema tahu bahwa saya sudah menjadi pelatih. Tak usah saya menghubungi. Saya rasa Tuhan akan menentukan, apakah sekarang jadi (pelatih) atau suatu hari nanti,” tutur dia.

Selain itu, Arema FC tampaknya juga mesti mempertimbangkan, bila Esteban juga fasih berbahasa Indonesia. Hal ini tentu saja bisa menjadi nilai plus, ditambah lagi juga mengenal beberapa pemain. Misalnya Dendi Santoso dan Alfarizi, ditambah Matias Malvino.

“Cara kerja saya pribadi adalah menghadapi sepak bola dengan profesionalitas tinggi, teratur dan penih motivasi. Saya mencoba menyatukan keinginan pemain, manajemen hingga suporter bila ingin meraih prestasi bersama tim,” pungkasnya. (ley/van)