Askot PSSI Kota Batu Mulai Inventarisir SSB

new malang pos
SSB menjadi wadah untuk pembinaan pemain usia dini di Kota Batu.

NewMalangPos, KOTA BATU – Askot PSSI Kota Batu tengah mempersiapkan seluruh sekolah sepak bola (SSB) di Kota Batu untuk didaftarkan ke Asprov Jatim. Tujuannya untuk menginventarisir SSB yang ada di Kota Batu agar bisa berkiprah di kejuaraan tingkat kota maupun provinsi dan juga untuk pembinaan.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Askot PSSI Kota Batu Muhajir bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan atau menyusun daftar SSB yang terafiliasi dengan Askot PSSI Kota Batu. Kemudian akan didaftarkan ke Asprov Jatim.

“Untuk mengawali kegiatan tahun ini, Askot PSSI Kota Batu mulai mendata SSB yang terafiliasi di Askot. Kita akan inventarisir SSB yang berdomisili di Batu dan ini merupakan jangka panjang Askot untuk pembinaan bibit muda,” ujar Muhajir kepada New Malang Pos.

Ia menerangkan, untuk Kota Batu ada 13 SSB yang terafiliasi di Askot. Dari data sementara itu, agar terafiliasi dengan Askot, persyaratan yang harus dipenuhi seperti akta pendirian, jumlah pengurus, home base dan beberapa lainnya.

“Jika persyaratan terpenuhi maka nantinya SSB akan diakui dan bisa ikut dalam ajang tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Pendataan penting, karena SSB menjadi wadah membentuk dan mempersiapkan pemain-pemain muda menjadi pemain profesional,” bebernya

Tak hanya itu, jika ada SSB yang belum terakomodir bisa melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Dengan begitu semua SSB yang ada di Kota Batu bisa termonitoring dalam setiap agendanya.

“Untuk pertama yang telah kami lakukan monitoring adalah Persedapim. Kemudian akan dilanjutkan ke SSB lainnya dan kami targetkan bisa selesai bulan Februari,” paparnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris Askot PSSI Kota Batu Riyanto selain pendataan SSB di Kota Batu, Askot PSSI Kota Batu tahun ini juga akan mewadahi kursun lisensi C1 bagi wasit dan kursus pelatih sepak bola untuk mendapatkan lisensi tingkat D nasional seperti yang sukses digelar tahun lalu.

“Selain pembinaan bagi usia emas. Kami juga akan menggelar kursus bagi pelatih dan wasit. Kursus juga bisa diikuti oleh pelatih dan wasit dari luar daerah seperti tahun lalu,” bebernya.

Sedangkan saat ditanya terkait persiapan untuk Liga 3 maupun kompetisi internal, diungkap Riyanto pihaknya masih menunggu instruksi Askot Provinsi Jatim. Dengan begitu gelaran liga pro hingga amatir tak bisa dilakukan hingga waktu yang tak ditentukan. (eri/jon)