Arema FC Sreg Pelatih Asing

New malang Pos
Ruddy Widodo (foto: NMP-Guest Gesang)

NEW MALANG POS-Sejumlah nama ditengarai diusulkan oleh berbagai pihak untuk melatih Arema FC bila Mario Gomez benar-benar hengkang. Mulai dari sang asisten Charis Yulianto yang dianggap layak naik pangkat, hingga pelatih seperti Joko Susilo yang diminta kembali mulai muncul ke permukaan.

Hanya saja, selain belum memberikan keputusan di pekan ini, manajemen Singo Edan bisa jadi lebih sreg dipimpin oleh pelatih asing. Apalagi kepala juru taktik alias pelatih sangat strategis.

“Belum lah kalau saat ini. Ya memang banyak usulan, tapi paling utama menunggu arahan direksi dulu,” ujar General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

Menurutnya, manajemen tidak mau terburu-buru merekrut atau menentukan pelatih. Termasuk menyebut nama Charis misalnya, yang kini dipercaya memimpin latihan bersama Kuncoro dan Singgih Pitono untuk sementara waktu.

“Kami harus laporan dulu ke Jakarta. Karena kebanyakan direksi Arema FC kan di Jakarta. Sebenarnya secara virtual bisa, tapi saya kurang sreg karena nggak bisa lama. Sama sekalian nunggu undangan manager meeting dari PT LIB,’’ jelas Rudy.

Rencananya, Rudy ke Jakarta menemui jajaran direksi untuk membahas pengganti pelatih kepala. Termasuk menyampaikan, planningnya sebagai manajer untuk tim menanggapi kondisi saat ini.

Lantas, menanggapi potensi mengangkat Charis, dirinya menyiratkan belum mengambil opsi tersebut. Ia mempertimbangkan pengalaman. ’’Iya, secara lisensi, memang Coach Charis sudah memenuhi. Tetapi, dari sisi pengalaman mungkin belum. Setidaknya minggu depan lah, setelah bertemu dengan direksi, saya baru bisa bicara lebih banyak soal pelatih,’’ kata pria asli Madiun tersebut.

Pengalaman kepelatihan Charis memang belum panjang. Pria asli Blitar itu baru berpengalaman menjadi pelatih kepala pada tim kelompok usia. Untuk tim profesional, Charis masih menjadi asisten pelatih. Yakni di Borneo FC ketika menjadi asisten Mario Gomez. Sementara, Joko Susilo dinilainya juga masih harus diuji kapasitasnya ketika menjadi pelatih kepala, seperti saat ini di Persik Kediri.

Ruddy mengatakan, belum bisa pula menyampaikan bagaimana kriteria pelatih Arema FC selanjutnya.  ’’Saya juga belum bisa bicara soal kriteria. Arahnya bagaimana dan ke mana, kami belum bisa memutuskan. Masih ada waktu,’’ tutur Rudy.

Namun, dia sempat menyampaikan, lebih sreg bila Arema FC dilatih pelatih asing untuk saat ini. Sebab berdasarkan pengalaman beberapa musim terakhir, tekanan untuk pelatih sangat tinggi dan dia membutuhkan sosok pelatih bermental baja ketika dalam tekanan.

“Dari penilaian saya, pelatih lokal kadang masih ada sungkan. Beda dengan pelatih asing, yang lebih tidak ambil pusing. Terutama ketika dalam pressure,” tandasnya. (ley/van)