Mudah Akses Layanan Oksigen Gratis Bakorwil

Gubernur Jawa timur didampingi tiga kepala daerah Malang Raya menyerahkan simbolis isi ulang tabung oksigen. (NMP-M.Mansyur)

MALANG, NewMalangPos – Akses masyarakat mendapatkan oksigen gratis untuk pasien Covid-19 kian dipermudah. Itu setelah diluncurkannya layanan isi ulang oksigen gratis khusus pasien isolasi mandiri (isoman) di Bakorwil III di Jalan Jalan Simpang Ijen Kota Malang, Senin (26/7).

Tempat pengisian oksigen gratis itu diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kemarin. Peresmian itu juga dihadiri Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, Bupati Malang HM Sanusi dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Khofifah mengatakan pengisian ulang oksigen di Bakorwil dipastikan aman. Bahkan, bila dibutuhkan ia bisa mengupayakan lebih banyak lagi. Diketahui untuk saat ini, pengisian ulang oksigen memiliki kuota 500 meter kubik oksigen setiap harinya.

“Tadi saya menghitung, kalau dirasa dibutuhkan, maka ada ISO tank dan taruh di sini itu bisa 20 ton. Sehingga yang bisa diisi di sini bukan hanya yang satu meter kubik, tapi bisa yang enam meter kubik. Itu ada 3 ISO tank yang hari ini bisa datang dan tadi saya komunikasikan,” ungkap mantan Menteri Sosial ini.

Baca Juga :  Wali Kota Deadline Sekolah 9 September

Khofifah menuturkan, meski beberapa hari terakhir ini ada tren penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) secara umum di Jawa Timur, layanan isi ulang gratis ini sangat penting untuk warga yang isoman.

“Hari ini kita punya stok cukup besar untuk didistribusikan gratis kepada masyarakat. Insya Allah kita bisa menyiapkan oksigen gratis lebih banyak tempat lagi,” katanya.

Layanan oksigen gratis ini hanya dibuka melalui pendaftaran secara online di website http://infocovid19.jatimprov.go.id. Persyaratan yang dibutuhkan upload bukti hasil swab dan identitas diri. Kemudian akan mendapatkan bukti pendaftaran berupa barcode untuk selanjutnya discan saat pengambilan.

Masyarakat Malang Raya yang masih mempunyai pertanyaan untuk oksigen gratis, Pemprov Jatim membuka Call Center di Nomor 1500117. Atau bisa juga menghubungi narahubung untuk wilayah Malang Raya.

Secara bertahap, pengisian oksigen gratis seperti ini akan didirikan di beberapa kabupaten dan kota lainnya di Jatim. Beberapa hal teknis yang dibutuhkan mendirikan stasiun pengisian oksigen, seperti kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan disiapkan. Dimana SDM yang dibutuhkan harus memiliki skill untuk mengoperasikan proses isi ulang oksigen.

Baca Juga :  Gandeng Stasion Susun Roadmap Industri Digital

 “Oleh karena itu, bagi kabupaten dan kota lain yang sudah mengajukan, kami sedang berkoordinasi dengan tim teknis yang memiliki skill khusus untuk melakukan pengisian secara aman dengan SOP yang terjaga, seperti yang diberlakukan oleh distributor atau agen isi ulang oksigen,” terangnya.

Layanan oksigen gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman karena Covid-19. Banyaknya masyarakat yang isoman dikarenakan ketersediaan tempat tidur di beberapa rumah sakit selalu penuh.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, BOR ICU di Jawa Timur tercatat mencapai 82 persen, sedangkan  BOR isolasi  77 persen. Kondisi itu dinilai relatif mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan lalu yang hampir mencapai 100 persen.

Baca Juga :  Warga Antusias, Wawali Ikut Atur Barisan Antrean

Dengan demikian diharapkan warga yang menjalani isoman nantinya bisa dipusatkan di tempat isolasi terpusat (isolter). Di Kota Malang tempat isolter berada di safe house Jalan Kawi.

“Ini adalah berita yang harus diantisipasi dan diwaspadai. Dengan adanya penurunan jangan lalu kita longgar. Jadi tetap vaksinasi dimaksimalkan, protokol kesehatan dimaksimalkan,” ajaknya.

Sementara itu, animo warga mencari oksigen juga tampak sangat tinggi. Setelah menunggu prosesi peresmian, salah satu warga asal Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang, Qory Ainah bersyukur bisa mendapatkan oksigen gratis. Ia mencari oksigen untuk ayahnya yang sedang isoman sejak pekan lalu karena rumah sakit penuh.

“Jadi karena penuh, terpaksa sudah satu minggu ini dirawat di rumah. Lumayan bisa hemat Rp 50 ribu. Sejak tanggal 21 Juli lalu itu ayah sudah memakai bantuan oksigen dan biasanya saya beli di daerah Kemantren, Sukun,” ceritanya. (ian/van)

Pilihan Pembaca