MTs NU Ma’arif NU Kota Malang, Terus Berinovasi Ukir Prestasi

HEBAT: Siswa-siswi berprestasi MTs Ma'arif NU Kota Malang

MALANG, NewMalangPos – Prestasi bisa dicapai karena ada kesungguhan. Keberhasilan bisa diperoleh dengan kerja keras. Namun itu saja tidak cukup. Perlu adanya kreativitas dan inovasi.

Itu yang ditunjukkan oleh siswa-siswi MTs Ma’arif NU Kota Malang. Prestasi yang mereka torehnya menjadi sebuah bukti bahwa madrasah mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagai salah satu madrasah swasta di Kota Malang, MTs Ma’arif telah berperan besar dalam melahirkan generasi yang berakhlakul karimah, kreatif dan berkualitas.

Demikian raihan prestasi yang pernah mereka raih. Juara Porseni Tingkat MTs Cabang MTQ Putri, Juara Porseni Cabang Singer Putra, Juara 2 Porseni Cabang Pidato Bahasa Arab, Juara 1 Porseni Cabang Lari 100 meter putra, Juara 3 Second Indonesia Internasional Weight Lifting dan masih banyak prestasi lainnya.

Waka Kesiswaan MTs Ma’arif NU Kota Malang Moch. Badrus Salam, S.Psi mengatakan, prestasi yang diperoleh anak didiknya tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan guru selama ini. Di situasi daring pun hak siswa mendapat pembinaan tetap diberikan. Termasuk dalam program ekstrakurikuler sebagai program bina bakat peserta didik. “Pembinaan program ekstrakurikuler selama masa pandemi, kami laksanakan via daring dengan video call WA secara personal,” katanya.

Baca Juga :  Raih Lima Emas, Rangking Kedua PIMNAS 2020

Belajar mengajar secara daring memang bukan pekerjaan yang mudah. Yang paling sulit adalah menjaga motivasi dan semangat siswa dalam belajar.

Maka dalam belajar daring tidak cukup hanya mengandalkan kuota internet. Tetapi juga metode dan strategi mengajar yang kreatif. Kalau tidak, pembelajaran menjadi tidak berkembang. Siswa pun akan bosan dan merasa jenuh.

Karenanya, guru MTs Ma’arif NU mencoba berbagai metode menarik agar belajar daring tetap menyenangkan.

Walaupun dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas, tetapi tetap berusaha dan berinovasi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Bahkan tidak jarang memberikan penghargaan pada siswa yang dianggap bisa mengerjakan tugas.

“Caranya dengan memberikan wawasan dari materi pembelajaran, mengajak anak-anak dengan mengerjakan tugas yang aplikatif. Serta memberikan hadiah kepada mereka yang bisa mengerjakan dengan baik,” terang Badrus.

Menjaga motivasi berlomba pun demikian. Butuh upaya besar agar siswa tetap semangat mengikuti perlombaan. Salah satunya dengan memberikan wawasan dan pengarahan.

Bagi siswa mau mengikuti lomba dan mampu berprestasi, akan mendapatkan penghargaan. Diantaranya berupa hadiah dan beasiswa dari madrasah.

Baca Juga :  Siapkan Bahan Kuliah Jam 02.00, Ngajar Selepas Ngantor

Upaya ini tidak lain untuk menjaga semangat siswa berkompetisi. Dan juga sebagai bentuk penghargaan bagi mereka yang telah berhasil melakukan yang terbaik dan berprestasi.

Meskipun demikian, Badrus menegaskan bahwa gelar juara bukanlah satu-satunya tujuan dalam sebuah perlombaan. Ada beberapa manfaat yang jauh lebih bermakna bagi siswa selain dari gelar juara atau medali.

Perlombaan mengajarkan siswa MTs Ma’arif NU arti sebuah kompetisi. Tidak hanya hasil, tetapi pelajaran dan pengalaman dari kompetisi tersebut. Pengalaman baru menjadikan mereka lebih tangguh dan mandiri.

Selain itu siswa mendapatkan teman baru yang memiliki semangat yang sama. Dari situlah maka tumbuh jiwa kompetisi untuk berdaya saing. “Inilah pelajaran terpenting dari kompetisi. Siswa dapat mengetahui kemampuan dirinya dan bersemangat untuk meningkatkan kemampuan, minat dan bakatnya,” terang Badrus.

Karenanya, kata dia, guru tidak pernah menarget yang berlebihan pada siswa. Semangat untuk berlomba itu juga sudah hebat bagi siswa.

Dalam perlombaan guru tidak menarget siswanya agar menjadi juara. Namun selalu memberikan semangat untuk mengikuti segala perlombaan dan kompetisi. “Untuk hasilnya kita berpasrah pada Allah, yang penting anak-anak sudah berjuang dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Batu Siap Kembali ke Sekolah

Kepada para siswa yang telah sukses memperoleh prestasi, Badrus memberikan apresiasi. Hasil yang mereka dapatkan merupakan sebuah bukti bahwa mereka merupakan siswa-siswi berbakat dan mampu bersaing dengan siswa dari sekolah lainnya.

Kami sampaikan selamat dan tetap pertahankan prestasi kalian. Bagi yang belum, jangan patah semangat, karena masih ada banyak kesempatan untuk menjadi juara,” ucapnya.

Hebatnya guru dan siswa MTs Ma’arif NU Malang tidak lepas dari bimbingan dan pembinaan tim pengembang madrasah di Jalan H. Abd Ghofur/Sudimoro Mojolangu ini. Tim pengembang MTs Ma’arif NU merupakan tokoh-tokoh pendidikan yang punya kiprah dalam memajukan pendidikan di Kota Malang.

Mereka adalah Dr. H. Mohtar Data, M.Pd., Dr. H. Moh. Sulthon, M.Pd., Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., Drs. H. Slamet Ibrahim dan Prof. Dr. H. Djunaidi Mistar, Ph.D. Ditambah lagi dukungan dari para tokoh NU dari kalangan kiai dan ulama. (imm/sir)

artikel Pilihan