MTs Negeri 1 Kota Malang, Guru Dan Siswa Berlomba Ukir Prestasi

10

MALANG, NewMalangPos – Prestasi siswa MTs Negeri 1 Kota Malang makin tak terbendung. Prestasi demi prestasi terus diukir, menambah pundi-pundi medali yang selama ini diperoleh. Bahkan menjelang akhir tahun ajaran ini, guru-guru pun tidak mau kalah. Mereka mencatatkan namanya sebagai guru terbaik berprestasi.

Prestasi guru MTs Negeri 1 Kota Malang diantaranya lolos dalam seleksi  Calon Penyusun Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Madrasah. Mereka adalah Yuyus Robentien, S.Pd., Amirul Hasan, M.Pd, Dra. Tri Sulasmi Widjiasih, dan Munifatunufus, S.Ag.

Prestasi kedua, guru MTs Negeri 1 Kota Malang lulus sebagai instruktur nasional. Mereka adalah Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si dan Hanik Fauziah, M.Pd. Prestasi ketiga seorang guru bernama Sayid Ferdian, S.Pd lulus sebagai pendidik bersertifikasi google. Dan prestasi guru keempat, diraih oleh Irma Mulyanti, S.Pd sebagai juara 3 Olimpiade Guru IPS Nasional.    

Kepala MTs Negeri 1 Kota Malang, Drs. H. Samsudin, M.Pd mengatakan prestasi siswa harus bersamaan dengan prestasi guru. Agar siswa semakin termotivasi untuk berprestasi maka guru harus juga berprestasi. Sebagai contoh dan teladan bagi anak didiknya. “Karena guru-guru kami memiliki kompetensi yang bagus, hanya saja secara formal belum ada pengakuan kalau tidak memiliki prestasi yang bersertifikat,” katanya.

Samsudin menjelaskan, bahwa MTs Negeri 1 Kota Malang memiliki program jangka panjang. Salah satunya melakukan pemetaan kegiatan yang dilaksanakan selama satu tahun. “Kami berbagi tugas dengan guru pembimbing untuk mencermati perkembangan terbaru pola pelaksanaan olimpiade dan lomba-lomba termasuk selama masa pandemi ini,” terangnya.

Selain itu pembinaan oleh para guru tetap dilakukan meskipun secara daring. Terutama pada bidang-bidang yang memang diproyeksikan. Kecuali pembinaan yang perlu menggunakan alat laboratorium, maka diatur agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan jumlah yang terbatas.

Dan yang tidak kalah penting, kata Samsudin, adalah supporting orang tua siswa yang tidak bisa dipisahkan.  Apalagi di masa pandemi covid-19. Dukungan dan peran serta orang tua menjadi penting. “Karena selama belajar secara daring, anak-anak butuh dukungan. Terutama dukungan mental. Dalam hal ini peran orang tua sangat menentukan,” ujarnya. 

Samsudin juga bersyukur prestasi siswa maupun guru-guru MTs Negeri 1 Kota Malang mendapat perhatian dari Kementerian Agama. Dukungan Kemenag juga dinilai penting untuk semakin memotivasi guru dan siswa madrasah di Jalan Bandung ini. “Setiap kali anak-anak berprestasi selalu dilaporkan ke pusat oleh Kemenag kota maupun provinsi,  ini merupakan kebanggan tersendiri bagi kami sebagai dukungan yang luar biasa. Sehingga meskipun di era sulit seperti ini prestasi anak-anak tetap maksimal,” tuturnya.

Adapun prestasi yang dicapai siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Malang tidak kalah hebat dari guru-guru mereka. Terhitung sejak awal tahun 2021 saja, para siswa program unggulan olimpiade telah meraih prestasi tingkat Internasional. Yaitu olimpiade matematika tingkat internasional American Mathematic Olympiad. Siswa memperoleh gold medal grade 7, bronze medal grade 8,Bronze medal grade 7.

Lalu Olimpiade Matematika tingkat Internasional Hots Mathemathic Competition Malaysia (junior secondary) memperoleh High Distinction. Olimpiade Matematika Heat around Indonesian Region Big Bei Bay, memperoleh 1 emas, 1 silver dan 4 perunggu.

Selanjutnya medali emas pada olimpiade matematika tingkat internasional Crest Cro India. Medali Emas Dan Perunggu pada olimpiade IPA tingkat internasional ASMOPSSX. Dan yang terbaru dua siswa meraih juara 1 olimpiade IPA  dan juara 2 olimpiade matematika dalam seleksi pembinaan Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021.

Rentetan prestasi membanggakan tersebut diraih oleh siswa yang tergabung dalam kelas olimpiade. Kelas ini memiliki keunggulan untuk mempersiapkan peserta didik yang mampu berkompetensi di bidang akademik. Dan siswa di kelas ini dipersiapkan mengikuti lomba bidang akademik. Seperti olimpiade, Kompetisi Sains Madrasah (KSM), maupun Kompetisi Sains Nasional (KSN). “Hal utama yang kami tekankan pada anak-anak adalah pengalaman berkompetisi agar mereka berdaya saing. Terkait gelar juara itu merupakan bonus,” ucap Ketua Program Kelas Olimpiade Luluk Hariroh, S.Pd., M.Si.  (imm/ae2/adv)