MTs Dan MA Mu’allimin NU, Berbagi Takjil Dan Belajar Moderasi Beragama

SEMANGAT: Siswa-siswi MTs Mu'allimin NU dan MA Mu'allimin NU berbagi takjil pada warga yang melintas di Jalan Raya Kolonel Sugiono

MALANG, NewMalangPos – Siswa-siswi Mu’allimin NU terlihat bersemangat saat berbagi takjil buka puasa pada masyarakat. Akhir pekan lalu, mereka bagi-bagi ratusan bingkisan takjil kepada pengguna Jalan Raya Kolonel Sugiono. Terlihat ada semangat yang berkobar saat itu. Yakni semangat berbagi untuk kaum muslimin yang menjalankan ibadah puasa.

Dana takjil itu dihimpun sendiri. Yang pasti menyisihkan uang jajan mereka selama ini. Rasa persaudaraan dan semangat ingin berbagi itulah yang membuat para siswa mampu melaksanakan amal kebajikan tersebut. “Kami sangat ingin berbagi. Terlebih saat ini bulan puasa dan dalam kondisi pandemi, ekonomi masyarakat sedang sulit,” ucap Ketua OSIS MA Mu’allimin NU, Syamsul Arifin kepada New Malang Pos.

Yang terjun ke jalan saat itu adalah siswa-siswi gabungan, MTs Mu’allimin NU dan MA Mu’allimin NU. Pada awalnya mereka berbagi di sisi barat Jalan Raya Kolonel Sugiono dekat dengan SPBU. Selang beberapa menit kemudian siswa menyebrang di sisi timur jalan. Untuk juga berbagi pada pengguna jalan dari arah utara.

Memang bingkisan itu nilainya tidak seberapa. Ada roti, kurma, makanan ringan dan minuman gelas. Tapi lembaga Mu’allimin ingin mengajarkan bahwa berbagi di Bulan Ramadan punya nilai pahala yang besar.

Baca Juga :  Politeknik Negeri Malang; Wisuda Daring dan Luring Tetap Semarak

Apalagi diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka. Tentu pahalanya sama dengan yang puasa. Sesuai dengan hadits rasulullah. “Senang bisa ikut kegiatan ini bersama teman-teman. Karena sudah lama tidak ada kegiatan di sekolah,” ujar Sofa, siswi kelas VII MTs Mu’allimin NU.

Bagi takjil puasa merupakan agenda rutin Madrasah Mu’allimin NU. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada kegiatan khatmil quran lebih dulu. Setelah itu doa bersama dan dilanjutkan dengan bagi takjil pada warga. Kegiatan ini diakhiri dengan buka puasa bersama.

Kepala MTs Mu’allimin NU, Damat, S.Ag., S.Pd,. mengatakan bagi takjil merupakan salah satu dari agenda pondok ramadan. Hampir semua siswa dilibatkan dalam kegiatan ini. Terutama pengurus OSIS, baik MTs maupun MA Mu’allimin.

Dana pengadaan takjil sendiri diperoleh dari shadaqah siswa. Amal ini digalang sejak hari pertama Pembelajaran Tatap Muka.

“Kegiatan ini meskipun sederhana punya nilai pendidikan yang mendalam. Kami berupaya membangun karakter sosial. Agar anak-anak memiliki rasa kepedulian dan keikhlasan membantu sesama,” terang Damat.

Baca Juga :  Dekan FTP UB Tanda Tangani MoA Bersama 34 Dekan se-Indonesia

Selain itu, kata dia, siswa tidak serta merta memberikan uang shadaqahnya. Mereka dilibatkan langsung dalam proses. Mulai penggalangan, pengolahan, pengemasan hingga sampai pembagian pada masyarakat. “Maka selain punya rasa peduli sosial, ada sikap tanggung jawab dan mandiri yang kami kuatkan dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Adapun khatmil quran juga bagian dari program pondok ramadan. Siswa mulai mengaji setelah salat Jumat, hingga menjelang buka puasa. Mereka berbagi juz dan surat-surat yang akan dibaca. Terutama oleh para siswa yang tergabung dalam program tahfidz. “Agar sekaligus murojaah terhadap hafalan mereka selama ini,” imbuh Damat.

Pondok Ramadan 1442 H di MTs dan MA Mu’allimin NU dimulai sejak Senin (3/5) lalu. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Sabtu mendatang.

Ada yang berbeda dari materi pondok ramadan tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yaitu ada penguatan materi tentang moderasi beragama.

Materi ini sangat mendasar namun sangat penting untuk diajarkan pada siswa. Sebab hidup beragama dalam lingkungan yang heterogen menjadi perhatian serius belakangan ini.

Baca Juga :  Optimalkan Hasil Tangkapan Ikan Mahasiswa UM Ajari Cara Buat Lampu Celup

Damat menjelaskan moderasi beragama merupakan pengamalan agama yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip tawasuth. Arti katanya tengah-tengah. Tidak ekstrem kiri atau kanan.

Istilah lain dari tawasuth adalah moderat. Islam yang diajarkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Terutama oleh ulama dan kyai di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Yang dipegang teguh ajarannya oleh warga nahdliyin. Termasuk oleh civitas Madrasah Mu’allimin NU Malang.

Dalam materi ini, para siswa belajar Islam yang toleran dan harmoni. Dengan mengetahui batas-batas toleransi yang sebenarnya. “Tidak melewati batas ibadah apalagi akidah. Bersikap santun pada sesama, tidak liberal, tidak sekuler apalagi radikal,” tegasnya.

Sebagai informasi, hingga kini MTs Mu’allimin NU dan MA Mu’allimin NU masih membuka peluang untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021-2022. Tempat pendaftaran di Kampus 1 Jalan Kapten Piere Tendean II/03 dan Kampus 2 Jalan Kolonel Sugiono X Kota Malang. (imm/sir)