LPI Sabilillah Gelar 1 Muharram 1443 H, Momentum Introspeksi Diri, Makin Optimis Hadapi Masa Depan

SAMBUTAN: Direktur Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd memberikan arahan dan motivasi kepada keluarga besar SISMA agar menjadi lebih baik di Tahun 1443 H.

MALANG, NewMalangPos – Tahun 1443 Hijriyah harus lebih baik. Kalau tidak, akan merugi. Atau bahkan menjadi celaka kalau sampai lebih buruk dari tahun sebelumnya.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Ia menyampaikan motivasi tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan Peringatan Malam Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1443, Senin (9/8) tadi malam.

Prof Ibrahim menjelaskan Tahun Baru Muharram adalah momentum yang tepat untuk berdoa bersama dalam rangka menjalani kehidupan di masa yang akan datang. Doa yang dipanjatkan dalam upaya menumbuhkan motivasi dalam diri keluarga besar Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) agar lebih optimis menghadapi kehidupan.

“Mari kita sambut tahun baru 1443 Hijriyah dengan perasan optimis. Semoga amal selama tahun 1442 Hijriyah dicatat sebagai amal ibadah yang menghantarkan kita pada keselamatan di dunia dan akhirat,” ucap Prof Ibrahim.

Wakil Rektor 4 Universitas Negeri Malang (UM) ini mengajak keluarga besar SISMA beserta segenap pengurus lembaga dan tim pengembang untuk bersyukur. Ia mengatakan bertemu dengan tahun baru merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

Baca Juga :  BPF Cabang Malang Kenalkan Mahasiswa STIE Malangkucecwara Financialpreanur

Sehingga malam Tahun Baru Hijriyah menjadi momentum yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. “Kita peringati dengan khusuk dan penuh kegembiraan. Bersyukur karena Allah masih memberi kita usia yang panjang,” ucapnya.

Karenanya, menurut Prof Ibrahim, ada dua hal yang perlu dilakukan saat malam pergantian tahun. Pertama dengan bertaubat. Ini menjadi tradisi mulia dan terhormat yang telah diajarkan para kiai dan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah.

Taubat sebagai ikhtiar agar terhindar dari musibah. Terutama disaat pandemi covid yang belum reda hingga saat ini. “Kita yakin doa yang dibaca secara khusuk oleh keluarga besar Sekolah Islam Sabilillah Malang akan dikabulkan oleh Allah,” katanya.

Dan yang kedua, lanjut dia, malam pergantian Tahun Baru Islam dijadikan sarana muhasabah. Yakni intropeksi dengan melakukan koreksi diri untuk melihat kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan. Termasuk kelemahan dan kekurangan dalam menjalankan ibadah. “Dosa, kesalahan dan kekurangan itu kita perbaiki dan disempurnakan menjadi lebih baik di tahun yang akan datang,” imbuhnya.

Kegiatan malam Tahun Baru 1443 Hijriyah menjadi lebih bermakna dengan tausiyah dan mauidhoh hasanah. Dalam hal ini disampaikan oleh Ust. Faris Khoirul Anam, LC., M.H.I yang juga pembina Majelis Zikir Bina Qolbu Sabilillah.

Baca Juga :  Tiga Kandidat Perebutkan Jabatan Dekan FIA UB

“Semoga tausiyah muhasabah yang disampaikan oleh Ustadz Faris memberikan pencerahan dan inspirasi untuk meningkatkan iman dan takwa. Dan menjadi motivasi bagi SISMA dalam mengantarkan anak-anak menjadi pemimpin dunia di masa yang akan datang,” harap Prof Ibrahim.

Kegiatan Muhasabah dan Doa Bersama Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah, LPI Sabilillah Malang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pada pukul 16.45 WIB dengan agenda membaca doa akhir tahun. Dipimpin oleh Muhammad Atho’illah, S.Pd, guru Agama Islam SMPIS. “Usai doa akhir tahun ada beberapa arahan dan saran amal ibadah yang perlu dikerjakan sebagaimana tuntunan para ulama,” ujar Luqman, M.Pd selaku Ketua Panitia.

Dan sesi kedua dilaksanakan pukul 19.00 WIB dengan beberapa agenda. Yaitu pembacaan doa awal tahun, istighosah dan mauidhah hasanah. Sebelumnya juga dilaksanakan Salat Taubat.

Doa awal tahun dipimpin oleh Ust. Nurul Akhyar, M.Pd, selaku Musyrif Ma’had SMAIS. Sedangkan doa penutup acara dibacakan oleh Ust. Anwar Fatah, S.Ag., M.Pd., Kepala Pengasuh Ma’had SMAIS.

Baca Juga :  Pemerintah Hanya Rekrut Guru Kontrak Mulai 2021, Tak Ada PNS

Luqman mengungkapkan kegiatan tersebut mendapat respon yang luar biasa dari keluarga besar SISMA. Tim panitia sampai menyediakan dua link zoom. Total participant yang bergabung lebih dari 1500.

“Kalau sebelum pandemi biasanya kami gelar secara terpisah, kampus 1 dan 2. Karena kali ini virtual kita jadikan satu. Dan alhamdulilah respon jajaran direksi, guru, karyawan, siswa dan orang tua sangat besar,” ungkapnya.

Menurut Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School ini, kegiatan Tahun Baru Muharram dapat menjadi syiar agama. SISMA mengajarkan pada anak didiknya dan juga masyarakat, bahwa Islam juga mempunyai tahun baru. “Semoga menjadi syiar kami untuk semakin cinta Islam,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan muharram dapat menjadi ajang muhasabah untuk memperbaiki diri. Sebagaimana tema yang diusung, yakni Momentum Untuk Meningkatkan Kualitas Pribadi. “Dari yang awalnya malas menjadi rajin, dari yang tidak peduli menjadi empati dan yang awalnya pesimis karena pandemi menjadi semakin optimis,” pungkasnya. (sir/imm)

Pilihan Pembaca