Milenial Harus Gunakan Gadget Terapkan Pancasila

5
Staf khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo saat sarasehan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),Senin 5/4/2021.

YOGYAKARTA, NewMalangPos – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo hadir dalam acara Sarasehan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),Senin 5/04/2021.

Romo Benny,sapaan akrabnya,menyatakan bahwa generasi milenial memiliki kemampuan yang lebih. Yaitu kemampuan dalam membangun network melewati batas ruang, suku, agama, dan teknis.

“Generasi anda adalah generasi yang melihat hubungan tidak seperti dulu, tetapi sudah lintas batas.” ujarnya dalam acara

yang diikuti puluhan peserta,terutama dari kalangan mahasiswa dan  dibuka oleh Rektor UMY, Gunawan Budiyanto dan pengarahan diberikan oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi serta oleh Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah). Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah FX. Adji Samekto (Deputi Pengkajian dan Materi BPIP), M. Najib Azca, (Sosiolog Universitas Gadjah Mada), dan Zuly Qodir (Direktor Program Doktor Politik Islam – Ilmu Politik (UMY).

Lebih lanjut Romo Benny menegaskan negara Indonesia adalah terdiri dari ratusan suku, bangsa, dan agama keyakinan, sehingga nilai multikultural tercipta di Indonesia.

“Habitus kita adalah multikultur, sejak lahir (bangsa) kita sudah seperti itu dari dulu,” tambahnya.

Tokoh kelahiran Malang ini menguraikan,anak muda dapat mengaplikasikan Pancasila dengan membangun suatu narasi melalui teknologi informasi yang sudah maju, menjadi tindakan yang nyata.Dengan contoh anak muda membuat aplikasi untuk memudahkan petani menjual hasil panennya tanpa melalui perantara. Serta membantu korban bencana alam, lewat kemajuan teknologi informasi.

Menurut Romo Benny, inilah kemampuan generasi milenial dalam pengaplikasian nilai-nilai Pancasila.

 “Gunakanlah gadget kalian untuk melakukan perubahan. Bangunlah network, dan aplikasikan rasa ketuhanan, persatuan, dan keadilan, melalui kekuatan-kekuatan tersebut,”ungkapnya

Ditambahkan,anak muda diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara, membuat diskusi online dan membangun jejaring nasional, dan membuat konten positif untuk melawan informasi hoax/negatif di media sosial, dalam perwujudan gotong royong nilai Pancasila oleh anak muda.

“Masa depan di tangan anda.Anda bisa merubah dunia tanpa merusak,”tandasnya.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyatakan, semua orang Indonesia, terutama kaum milenial, adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia.Sehingga pembudayaan nilai-nilai Pancasila sangat penting diberikan kepada semua orang, terutama kaum milenial. 

“Konstitusi kita mengikat lebih dari 40 bangsa menjadi satu, dan memberikan jaminan bahwa semua warga negara Indonesia berhak menjadi pemimpin, menjadi Presiden Republik Indonesia,”pungkasnya (nug)