Meski Zona Kuning, Kemenag Larang Takbir Keliling

Ilustrasi. (firman/NMP)

KOTA BATU, NewMalangPos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu memastikan adanya pelarangan takbir keliling bagi warga. Aturan itu tak hanya berlaku di Kota Wisata Batu. Namun juga di seluruh kota/kabupaten mengacu dari Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Perayaan Idul Fitri.

Kepala Kemenag Kota Batu Nawawi menyampaikan bahwa sesuai SE Kemenag ada tujuh poin aturan yang bisa dipatuhi masyarakat. Pertama takbiran malam lebaran hanya boleh diikuti oleh 10 persen dari total kapasitas masjid dan musala. Itu pun dalam pelaksanaanya wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca Juga :  Tak Paham Cara PPDB SMAN

“Kemudian takbir bisa dilakukan melalui virtual di masjid dan musala. Sedangkan untuk takbir keliling sepenuhnya dilarang. Karena takbir keliling bisa menyebabkan kerumunan terjadi penyebaran Covid-19,” ujar Nawawi kepada New Malang Pos, Jumat (7/5) siang ini.

Selanjutnya, salat Idul Fitri untuk daerah dengan zona merah dan oranye tidak diperbolehkan. Sehingga umat muslim bisa menyelenggarakan salat di rumah masing-masing.

“Untuk daerah zona kuning dan hijau diperbolehkan. Tapi dengan ketentuan maksimal 50 persen dari kapasitas dan menerapkan protokol kesehatan,” bebernya.

Baca Juga :  Zona Kuning, Gowes Bareng dan Sosialisasi Prokes

Lebih lanjut, panitia juga wajib menyiapkan alat cek suhu badan sebelum masuk. Kemudian bagi lansia disarankan untuk tidak salat berjamaah atau dirumah saja.

Terpenting lagi, bagi panitia yang akan menyelenggarakan salat Ied wajib berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan unsur keamanan.

“Begitu juga untuk halalbihalal masih boleh dilakukan untuk saudara terdekat. Namun tidak diperbolehkan untuk menggelar halalbihalal di instansi atau komunitas karena akan menimbulkan kerumunan,” terangnya.

Perlu diketahui, untuk Kota Batu saat ini masuk dalam zona kuning atau risiko rendah. Artinya aktifitas Salat Id diperbolehkan dengan ketentuan yang ada sesuai dengan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Perayaan Idul Fitri. (eri/ley)

Baca Juga :  Pak Dokter Tugas Ganda Tangani Pasien TBC, Lawan Covid-19