Memasuki Musim Hujan, BPBD Kota Batu Tambah 5 EWS

PASANG : BPBD Kota Batu akan kembali pasang EWS untuk daerah rawan longsor setiap memasuki musim hujan.

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa dalam waktu ini wilayah Kota Batu akan kembali diguyur hujan deras. Dampak dari hujan lebat yang akan terjadi membuat Kota Batu berstatus siaga bencana banjir.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.

“Prediksi hujan deras yang disampaikan oleh BMKG ini akan segera kami tindak lanjuti. Terutama dampak dari hujan deras seperti banjir dan longsor yang sering terjadi di titik-titik tertentu di Kota Batu,” ujar Agung kepada New Malang Pos, Senin (13/9).

Baca Juga :  Tour Virtual Gowes Wisata Nasional, Hadiah Utama Mobil Daihatsu Ayla

Sebelumnya pada Sabtu (11/9) lalu terjadi akibat juan yang mengguyur Kota Batu seharian, terdapat dua kejadian di Jalan Wukir, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kejadian yang melanda atap ambrol dan plengsengan ambrol lantaran debit air yang tinggi.

“Karena itu kami telah mempersiapkan untuk pemasangan Early Warning System (EWS) atau sistem pendeteksian dini tanah longsor akan disebar di beberapa titik rawan longsor akibat hujan deras. Rencananya kami akan pasang di lima titik,” bebernya.

Ditambahkan oleh Kasi Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Nugroho bahwa pemasangan lima EWS baru akan ditempatkan Desa Gunungsari sebanyak tiga unit, Desa punten satu unit, dan Desa Sumber Brantas sebanyak 1 unit.

Baca Juga :  19 Desa dapat Kucuran Rp 101 Miliar

“Untuk lima EWS itu kami anggaran sekitar Rp 550 juta. Rencananya dipasang dalam waktu dekat. Sedangkan saat ini yang sudah dimiliki BPBD Kota Batu ada di lima tempat,” paparnya.

Lima tempat yang telah terpasang EWS diantaranya di Desa Gunungsari sebanyak dua unit, Desa Tulungrejo, Desa Sumberejo, dan Desa Sumber Brantas dengan masing-masing sebanyak satu unit.

“Jadi nanti ketika ada pergerakan tanah akan termonitor oleh kami. Sehingga potensi dampak bencana seperti longsor atau tanah gerak bisa segera diketahui,” pungkasnya. (eri)

Pilihan Pembaca