Melupakan Sejarah Bakal Dikutuk Mengulanginya

Firahil Syaifinnabilah, S.Pd Guru SD Islam Sabilillah Malang

MALANG, NewMalangPosDjangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah! Salah satu kutipan pidato kepresidenan Bung Karno pada 17 Agustus 1966. Sebelum setahun kemudian, beliau diberhentikan sebagai presiden Indonesia. Di mana pada rentan tahun tersebut, Bung Karno menghadapi konflik perang saudara yang berdampak pada keretakan hubungan sesama anak bangsa.

          Kutipan “Jas Merah” mengacu pada seberapa jauh kita sebagai rakyat Indonesia mengenang perjuangan dan persatuan para leluhur demi kemerdekaan. Kita sebagai generasi penerus harusnya tahu betul bagaimana para pahlawan meraih negara tempat hari ini kita berpijak. Sejarah adalah identitas kita, manusia benar-benar tidak bisa meninggalkan sejarah.

          Pada tanggal 25 Agustus 2020 keluarlah draft “Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional” Kemendikbud yang menyebutkan pelajaran Sejarah Indonesia hanya dipelajari oleh siswa SMA/sederajat, pelajaran Sejarah tidak wajib dipelajari; tidak berdiri tunggal dan digabung dalam pelajaran IPS.

          Tentu saja, draft kebijakan itu menimbulkan beragam reaksi dari para penggiat sejarah. Sejumlah guru mengkritisi dan menolak kebijakan tersebut. Ahmad Sohabudin, guru sejarah di SMA Negeri 1 Teluk Dalam Kabupaten Simeulue, Aceh, dalam wawancaranya bersama CNN Indonesia, mengatakan bahwa Ia menolak kebijakan tersebut, mengapa sejarah tidak lagi diprioritaskan. Padahal, kita bisa menjadi satu bangsa yang besar karena memiliki nilai sejarah yang sama. Jika sejarah tak lagi diprioritaskan, maka ilmu sejarah lambat laun akan terkikis.  

          Tak hanya itu, IKAHIMSI (Ikatan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia) juga mengeluarkan protes kerasnya. Mereka mengkhawatirkan akan terjadi pergeseran dari yang semula pelajaran wajib menjadi pelajaran pilihan. Mereka juga mengeluarkan 4 tuntutan yang inti dari keempat tuntutan tersebut adalah menolak dan mendesak Kemendikbud RI dalam pemampatan mapel Sejarah. Mereka juga meminta IKAHMISI dilibatkan dalam mengawal proses penyederhanaan kurikulum.   Menanggapi hal ini, Kemendikbud RI menyatakan bahwa kurikulum baru hanya diterapkan pada beberapa sekolah saja. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, Maman Fathurrahman juga mengatakan, bahwa implementasi kurikulum di tahun 2021 akan dilakukan secara hati-hati dan terbatas. Kurikulum baru masih dalam tahap pembahasan. Ia dan tim juga memberi ruang bagi pengajar, organisasi, pakar, dan pengamat untuk ikut andil memberi masukan terkait kurikulum baru ini.

Baca Juga :  LEBARAN PEMERSATU BANGSA

Mengembangkan Pengetahuan      

          Terlepas dari kontroversi yang belum jelas arah dan alurnya tersebut, belajar sejarah tidak ada ruginya. Karena sejarah  mempunyai dampak yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, mampu untuk menjembatani, dan berkomitmen untuk memahami apa yang mendorong orang-orang berbeda pendapat dari kita, baik orang di sekeliling kita atau di seluruh dunia.

          Melalui sejarah kita dapat mempelajari bagaimana masyarakat, sistem, ideologi, pemerintahan, budaya dan teknologi masa lalu dibangun, bagaimana mereka beroperasi, dan bagaimana mereka telah berubah. Sejarah dunia yang kaya membantu kita melukiskan gambaran rinci tentang di mana kita berdiri saat ini.

          Mengembangkan pengetahuan kita tentang sejarah berarti mengembangkan pengetahuan tentang semua aspek kehidupan yang berbeda. Anak-anak dapat belajar tentang pilar-pilar di mana berbagai peradaban dibangun, termasuk budaya dan orang-orang yang berbeda dari mereka sendiri (Differensiasi Ras).

Baca Juga :  Akhiri Narasi Sangkal Covid-19

          Semua pengetahuan ini membuat mereka menjadi orang yang lebih berpengetahuan yang lebih siap untuk belajar di semua mata pelajaran akademik dan siap berdiri di ribuan bahkan jutaan perbedaan negeri.

          Kedua, memberikan rasa percaya diri pada setiap anak muda bahwa mereka penting, dan bahwa mereka memiliki peran terhadap masa depan. Sejarah penuh dengan cerita. Beberapa menginspirasi dan membangkitkan semangat. Mereka akan mempelajari saat-saat penderitaan dan saat-saat kegembiraan. Dan pelajaran yang mereka pelajari kemudian dapat diterapkan pada pengalaman hidup mereka sendiri.

          Ada baik dan buruk yang bisa dipetik dari cara nenek moyang kita berinteraksi dengan orang lain yang memiliki cara hidup berbeda. Beberapa cerita sejarah yang terkenal seperti Sumpah Palapa. Di mana patih Gajah Mada pantang makan buah palapa sebelum dia bisa mempersatukan nusantara.

          Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dengan semboyan Merdeka atau Mati! Di mana darah dan nyawa dipertaruhkan demi harga diri suatu bangsa. Dari sini, seharusnya sejarah bisa menanamkan rasa percaya diri dan semangat juang yang tinggi bagi generasi muda untuk berlari meraih mimpi. Di mana kesusahan akan berubah menjadi kegembiraan jika disertai dengan tekad yang kuat.

Vlog Sejarah

          Belajar dan mengajar sejarah adalah hal yang tidak mudah. Sejarah identik dengan hafalan. Mengenal nama tokoh, tanggal, dan runtutan kejadian adalah bagian dari belajar sejarah. Namun, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar. Bagaimana dan apa yang dibutuhkan untuk menarik minat peserta didik untuk belajar sejarah.

Baca Juga :  Wajah Masyarakat “Sanksi”

          Salah satu di antaranya adalah melakukan project vlog Sejarah. Vlogging adalah salah satu kegiatan yang sedang hype di kalangan anak muda. Bagaimana tidak, bermodal public speaking dan gadget, anak muda sudah bisa berekspresi di depan kamera. Pastinya sudah banyak siswa yang tahu mengenai kegiatan ini. Karena mungkin melihat vlog orang lain adalah hobi mereka saat ini.

          Tentunya ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan memiliki daya tarik tinggi. Siswa bisa mengkreasikan alur video mereka sendiri kemudian mempublikasikannya melalui platform YouTube. Misalnya, dengan durasi 10-15 menit, siswa bisa diminta untuk mengulas atau membuat adegan pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI.

          Salah satu video akun channel Youtube SkinnyIndonesian24 berjudul PENSI Pentas Swara Indonesia, adalah salah satu vlog yang bisa dijadikan contoh atau tugas dalam pelajaran Sejarah. Demikian salah satu alternatif yang bisa pengajar gunakan sebagai solusi menghilangkan kesan bahwa Sejarah itu kaku dan penuh dengan hafalan.

          Sejarah tidak boleh ditinggalkan. “Mereka yang tidak bisa mengingat masa lalu dikutuk untuk mengulanginya.” Kutipan George Santayana seorang penulis berkebangsaan Spanyol, adalah salah satu kalimat jitu yang paling banyak dikutip dan diparafrasekan, dan menjelaskan dengan sempurna mengapa setiap orang harus mempelajari sejarah.

          Masa lalu dipenuhi dengan tanda-tanda peringatan. Kita harus mampu merefleksikan peristiwa yang membangunnya, belajar dari kesalahan yang dibuat dan melawan jika kita melihat pola serupa muncul. MERDEKA! (*)

Pilihan Pembaca