Melimpah, Sektor Kelautan & Perikanan Demak Sumbang Pendapatan Daerah Rp 1,12 M

Foto: Pradita Utama/detikcom

Jakarta, NewMalangPos – Memiliki letak geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara, membuat Kabupaten Demak memiliki hasil komoditi laut yang melimpah. Wajar saja, sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten yang dijuluki Kota Wali tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak Mohamad Fatkhurakhman mengatakan sektor kelautan dan perikanan Demak diharapkan mampu untuk menambah sumber pendapatan daerah Kabupaten Demak.
Pada catatan pendapatan di tahun 2020, sektor kelautan dan perikanan cukup tinggi menyumbang pendapatan bagi daerah dan sukses melampaui target yang diharapkan. Bahkan sektor kelautan dan perikanan menopang kontribusi PDRB Kabupaten Demak sebesar 20 persen.

“Pada tahun 2020, ini (sektor kelautan dan perikanan) telah menyumbangkan ke pendapatan daerah ke Pemerintah Kabupaten Demak sebesar Rp 1.129.446.830 dari target semula yaitu Rp 788.891.250 atau sebesar 143,17 persen pencapaian,” ujar Fatkhurakhman dikutip dari detikcom beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :  Kobaran Api dan Asap Hitam di Kilang Pertamina Indramayu Masih Belum Padam

Dari angka tersebut, lanjut Fatkhurakhman, Kabupaten Demak dapat menghasilkan tangkapan ikan sebesar 7,073 ton yang didapatkan dari berbagai tempat. Tempat-tempat tersebut antara lain tempat pelelangan ikan (TPI), di luar TPI, dan di perairan umum darat atau tambak.

“Di TPI sebesar 5.020 ton dengan nilai Rp 59,9 M, di luar TPI sebesar 1.520 ton dengan nilai Rp 43,9 M dan di perairan umum darat atau tambah sebesar 532 ton dengan nilai Rp 14,1 M,” ungkapnya.

Kabupaten yang terkenal dengan Masjid Agung Demaknya ini juga memiliki satu komoditi unggulan dari hasil lautnya yaitu rajungan. Rajungan tersebut ditangkap di sekitar perairan Laut Jawa, yang distribusinya sudah mencapai Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 12 Januari, Naik Jadi Rp957 Ribu

“Rajungan itu memang unggulan dari Kabupaten Demak dengan produksi sebesar 356,2 ton setiap tahunnya. Dan rajungan merupakan hasil terbesar di Indonesia bahkan sudah ekspor hingga Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Adapun di masa pandemi kali ini, tidak membuat hasil dari sektor kelautan dan perikanan terdampak.

Permasalahan utama bagi sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Demak adalah cuaca buruk yang kerap melanda, perairan yang dangkal dan juga alat tangkap yang tak ramah lingkungan.

Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak memiliki berbagai cara untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh nelayan tersebut. Seperti mengusulkan normalisasi sungai untuk mengatasi perairan yang dangkal hingga pelarangan pemakaian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

“Untuk mengatasi nelayan yang tak bisa melaut akibat cuaca buruk, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak juga mengadakan program dan kegiatan diversifikasi usaha nelayan,” tuturnya.

Baca Juga :  Epidemiolog soal Mutasi Corona Menular 10 Kali Lebih Cepat

Dalam mendukung nelayan dan juga masyarakat pesisir di Demak, Dinas Kelautan dan Perikanan tidak sendiri. Ada pihak-pihak lainnya yang mendukung dalam memajukan ekosistem kelautan dan perikanan di Kabupaten Demak, salah satunya adalah Bank BRI.
Pemimpin Cabang BRI Demak Muhammad Nizar mengatakan para pengolah ikan hingga petambak banyak yang mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikeluarkan oleh BRI. Bahkan jumlah nasabah yang mengakses KUR meningkat hingga saat ini.
“Untuk kredit UMKM, kita jumlah nasabahnya meningkat semula 34.000 debitur sekarang 35.400 debitur. Jumlah kredit yang sudah disalurkan selama tahun 2020 sejumlah 1,4 triliun yang sebelumnya hanya mencapai 1,2 triliun,” tuturnya, dikutip detikcon, Selasa (16/3).
(akn/ara/dtk/ley/nmp)