Mbak Nani Yakinkan NMP Pasti Sukses

27
new malang pos
Silaturahmi Managemen New Malang Pos ke kediaman Nani Wijaya

RUMAH KITA

NewMalangPos – Nani Wijaya. Lebih akrab dipanggil Mbak Nani. Tidak hanya di kalangan wartawan. Atau industri pers. Mbak Nani, namanya membumi hampir di semua lini. Apalagi di kalangan karyawan Jawa Pos Grup.

Sekarang, Mbak Nani tercatat sebagai CEO Nyata. Sebuah media hiburan berbentuk tabloid.  Tidak sekadar menyajikan informasi hiburan. Tetapi, Nyata di bawah kendali Mbak Nani mampu menginspirasi, memotivasi dan juga bermanfaat bagi pembacanya.

Siang itu, sekitar 13.30, kami tidak sengaja ingin sekali bersilaturahmi ke kantor Mbak Nani. Tabloid Nyata berkantor di Jl. Raya Darmo 167, Surabaya. Kantor berbentuk Rukan (rumah kantor) yang posisi lokasinya sebelah timur Bonbin (Kebun Binatang) Surabaya.

‘’Selamat datang. Selamat datang di kantorku,’’ sambut Mbak Nani begitu kami keluar pintu lift. Ruang kerja Mbak Nani ada di lantai 3. Tidak begitu besar. Tapi asyik dan asri. Tidak melulu ruangan kaca. Tapi terasa asri dan sejuk, karena ornamen-ornamen klasik dihiaskan di tembok.

Saat menemui kami, Mbak Nani didampingi Sumarmo, General Manager Nyata. Kami datang berempat JD Purwanto, Sudarno,  Sumarga Nurtantyo dan Hary Santoso. ‘’Iki mesti onok opo-opo,’’ ungkap Mbak Nani sembari tersenyum membuka percakapan.

‘’Bayar utang mbak,’’ timpal Mas Pur – sapaan akrab JD Purwanto -. ‘’Utang opo,’’ kejar Mbak Nani. ‘’Waktu New Malang Pos baru saja launching, mas Sumarmo datang memberikan support ke kantor,’’ ucap Mas Pur.

Makanya, kami janjikan ke mas Sumarmo kalau ke Surabaya, kami akan gantian silaturahmi ke kantor Nyata. ‘’Alhamdulillah, hari ini, kesampaian. Hari ini impas. Kami tidak punya utang,’’ kata mas Pur, yang tetap ditanggapi Mbak Nani dengan rasa tidak percaya.

Setelah ngeles ngalor-ngidul, akhirnya kami pasrah. Di hadapan Mbak Nani, yang siang itu tampil santai, menggunakan T-Shirt warna merah dan dipadu celana warna gelap, kami pun menceritakan ihwal kedatangan kami ke Surabaya.

Apalagi kami datang dengan ‘formasi’ lengkap, tentu akan sangat ‘tidak pas’ sekali kalau hanya sekadar silaturahmi ke kantor Nyata di Surabaya. ‘’Nek cuman silaturahmi cukup karo WA ae,’’ sergah Mbak Nani, tetap penasaran.