Masjid Abdullah Tebar 5.300 Paket Daging Kurban

Panitia kurban Masjid Abdullah Permata Jingga RW 06 Kelurahan Tunggulwulung siap mengirimkan 5.300 paket daging kurban untuk masyarakat. (NMP-M.MANSYUR)

MALANG, NewMalangPos – Meski berada dalam masa pandemi yang serba sulit, Masjid Abdullah Permata Jingga RW 06 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang kembali menyalurkan paket daging kurban. Total ada sebanyak 5.300 paket daging kurban yang didistribusikan pada Rabu (21/7) kemarin.

Tahun ini Masjid Abdullah Permata Jingga menyembelih sebanyak 18 ekor sapi dan 29 ekor kambing.  Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Abdullah, Arif Abdullah mengatakan, daging kurban tersebut didistribusikan kepada empat sasaran penerima, baik dari masyarakat sekitar hingga luar daerah atau luar kota.

“Kami distribusikan ke pembantu rumah tangga di Permata Jingga, satpam, pasukan kuning, lalu warga dan di lingkungan sekitar juga, istilahnya ring satu. Kemudian ring dua di sekitar Lowokwaru dan kota. Kemudian juga distribusi ke ring tiga di area kabupaten kota dan ring empat sampai kabupaten pinggir sampai ke Malang Selatan, Pasuruan dan Purwodadi. Total 5.300 paket,” beber Arif, sapaannya kepada New Malang Pos disela proses distribusi.

Baca Juga :  Si Jalu Antarkan Elfi Lolos AHM Best Student 2020

Arif mennyebutkan, proses pelaksanaan kurban pada tahun ini ada beberapa perbedaan. Contohnya seperti teknis pemotongan hewan kurban yang biasa dilakukan di sekitar lingkungan masjid, tahun ini harus dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Petugas yang biasanya ada sebanyak 140 orang, saat ini tidak lebih dari 40 orang saja.  Meski begitu, Arif menegaskan kondisi itu tidak mempengaruhi distribusi paket kurban.

“Karena pemotongan di RPH, otomatis jumlah petugas kami kurangi jadi 30 persen saja. Memang menjaga Prokes supaya tidak berkumpul terlalu banyak orang. Biasanya ibu-ibu itu ada 50 orang sampai 70 orang. Sekarang 10 orang saja cukup dan tidak mempengaruhi pelaksanaan,” jelasnya.

Baca Juga :  BPF Malang Berbagi, Bantu Korban Gempa 3,5 Ton Beras dan 8 Ton Semen

Lebih jauh Arif juga memiliki rencana kedepan agar daging kurban dapat dinikmati masyarakat dengan cara lain yang lebih simpel. Tidak sekadar pengemasan yang higienis saja, namun juga hingga pada pengolahan daging.

“Sekarang kami juga mau olah seperti kaki itu kalau dulu kan langsung kita sumbangkan. Ini rencana kita olah sendiri dan siap masak. Bisa juga nanti siap makan atau nanti siap masak. Kalau kaki kan butuh proses, pembersihan bulu agak lama,” katanya.

Arif bersyukur tahun ini lebih banyak yang berkurban melalui Masjid Abdullah. Padahal saat ini kondisi dan situasi serba sulit akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Baca Juga :  Meresahkan, Pedagang Pasar Blimbing Diterpa Hoax

“Mudah mudahan ini para penerima bisa sangat bermanfaat bagi mereka. Jadi kondisi pandemi ini juga bisa meningkatkan gizi dan juga mereka bisa bergembira dan menikmati meski dalam kondisi pandemi yang susah ini. Bagi mudohi atau pekurban mudah mudahan menjadi ibadah yang terbaik dalam kondisi pandemi dan jadi rasa syukur kita dalam masa sulit masih bisa melaksanakan kurban itu,” pungkasnya. (ian/aim)