Masih Sulit Cari Tempat Latihan

KESULITAN: Sepak Takraw kesulitan mencari tempat latihan akibat diberlakukannya PPKM.

MALANG, NewMalangPos – Banyak sekali cabang olahraga di Kota Malang yang terdampak dengan pemberlakuan PPKM Darurat. Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Malang salah satunya. Meski biasa berlatih di kompleks militer tidak menjamin ketersediaan tempat latihan.

Pelatih sepak takraw Kota Malang Budi Irawan menjelaskan saat ini atlet-atletnya harus mengalah sementara dengan aturan. Tidak ada tempat latihan berarti tidak bisa berlatih secara normal. Sementara ini ia menginstruksikan anak asuhannya berlatih mandiri dari rumah.

“Waduh kalau mau cari lapangan untuk latihan sekarang sulit, mas. Di manapun itu, termasuk tempat yang biasa kami pakai untuk latihan (di kompleks militer) juga tidak bisa,” tutur dia kepada New Malang Pos.

Baca Juga :  Klasemen Liga Inggris Usai Manchester United Kalah

Budi bukannya menyerah begitu saja dengan keadaan. Dia sempat mencari-cari tempat alternatif yang bisa dipakai berlatih. Hasilnya nihil.

Padahal selain di tempat latihan biasanya, atlet sepak takraw juga biasa berlatih di lapangan-lapangan takraw yang tersedia di kelurahan. Namun karena ketatnya aturan membuat tempat-tempat alternatif itu juga tidak bisa digunakan.

“Jadi selama PPKM anak-anak latihan di rumah masing-masing saja. Soalnya semua sarana olahraga tutup,” jelasnya

Ketiadaan lapangan dan terhentinya program latihan membuat Budi sedikit pusing. Pasalnya, di tengah terhentinya aktivitas, dia masih harus dituntut menyiapkan atlet-atlet yang akan didaftarkan ke pemusatan latihan kota (puslatkot).

Baca Juga :  Tempatkan 6 Wakil di Final, Indonesia Peluang Sapu Bersih Gelar Spain Master 2021

“Mau tidak mau mereka tetap harus jaga kondisi dari rumah, ya dengan berlatih itu. Pokoknya saya pantau terus fisik mereka,” ujarnya.

Ada proses verifikasi terlebih dahulu, sehingga tidak semua atlet yang didaftarkan bisa lolos ke puslatkot yang diselenggarakan KONI Kota Malang.  Salah satu aspek penting adalah fisik para atlet. Hasilnya sudah tertuang di rapor atlet yang dipegang KONI Kota Malang dan setiap cabor.

Budi menuturkan, PSTI Kota Malang mendaftarkan 17 atlet untuk diverifikasi ke puslatkot. Rinciannya terdiri dari sembilan atlet putra dan delapan atlet putri. Jumlah ini adalah gabungan dari tim senior dan junior. Soal berapa yang akan lolos, belum bisa dipastikan. Namun Budi berupaya menurunkan minimal satu tim putra dan putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII 2022.

Baca Juga :  Moto3 Italia, Pembalap Indonesia Gresini Rodrigo Finis 3

“Saat ini semua tim senior dan junior didaftarkan ke KONI Kota Malang. Baik itu tim putra maupun putri,” terangnya. (abr/jon)

artikel Pilihan