Mangkrak, Ada Apa dengan Pasar Wisata Sidomulyo

6
MANGKRAK: Pasar Wisata Sidomulyo Kota Batu memiliki 32 stand hampir lima tahun mangkrak. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos – Pasar Wisata Sidomulyo yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu masih saja mangkrak. Padahal pasar tersebut baru saja dipasang rolling door. Hal itu sangat disayangkan anggota DPRD Kota Batu, Didik Machmud.

“Saya kira Pasar Sidomulyo yang mangkrak sampai saat ini sangat disayangkan. Apalagi pasar tersebut dibangun dari pemerintah pusat. Sehingga Diskumdag dan Pemdes selaku pengelola harus segera melakukan evaluasi kenapa pasar tersebut bertahun-tahu sepi,” ujar Didik kepada New Malang Pos, Minggu (2/5) kemarin.

Dengan dilakukan evaluasi, lanjut Didik, nantinya bisa diputuskan langkah dan inovasi apa yang harus dilakukan. Sehingga Pasar Wisata Sidomulyo bisa ramai dan perekonomian bisa merata.

“Sekarang saya lihat masih diisi 3-4 stand kalau tidak salah. Saya dengar setiap stand juga dibagikan ke tiap RW untuk diisi. Kenapa warga kok tidak mau mengisi, ini harus ditanyakan. Jangan sampai mangkrak seperti Pasar Wisata di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu,” terangnya.

Bahkan pihaknya telah koordinasi dengan para anggota DPRD Kota Batu Dapil Batu agar pasar tersebut digunakan pada malam hari untuk berjualan bunga potong. Mengingat bunga hias menjadi potensi utama Desa Sidomulyo. Tinggal menambah fasilitas penerangan pada malam hari.

“Karena itu, seharusnya pandemi tak boleh jadi alasan. Tapi harus jadi tantangan. Di beberapa daerah lain saya kira memang menurun tapi tetap hidup. Menurut kami evaluasi perlu dilakukan agar bisa ketemu langkah dan sikap kedepan agar pasar Sidomulyo bisa ramai siang dan malam hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo, Suharto menerangkan bila pasar wisata Sidomulyo belum diserahkan secara resmi melalui surat dari Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskumdag). Namun penyerahan masih sebatas ucapan antar kedua belah.

Meskipun begitu, pedagang sudah diperbolehkan untuk menempati. Begitu juga dari dinas juga menjanjikan melakukan pembenahan di beberapa sudut pasar. Terutama pembangunan pagar luar.

“Karena itu bila belum ada pembenahan dan pembangunan pagar pasar sudah ada serah terima. Secara otomatis nanti menjadi beban desa dalam pembangunannya. Makanya kami menunggu dibenahi dan pagar dibangun. Baru nanti diserahkan ke kami,” pungkasnya. (eri/aim)