Spirit Baru Hadapi Tantangan Media di Era Smart City

NEW Malang Pos jadi sumber informasi terpercaya. Apalagi media ‘Asli Korane Arek Malang’ ini diterbitkan dengan tiga spirit utama. Yakni New Normal, New Era dan New Spirit. Para penggawanya sudah berpengalaman mengelola media.

Hal ini terungkap dalam diskusi manajemen New Malang Pos dengan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji di Balai Kota Malang, Senin (29/6) lalu. “Media masih dan selalu jadi pilar demokrasi. Ini penting sekali,” kata Sutiaji mengawali diskusi.

Sam Aji, sapaan akrab Sutiaji sepakat dengan kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan media cetak alias koran. Sebab koran menerbitkan berita yang lengkap, utuh dan berdasarkan kaidah jurnalistik.

“Media cetak mengutamakan konfirmasi atau klarifikasi sebelum menyajikan berita. Media cetak memiliki mekanisme, ada proses berjurnalistik yang utuh dan lengkap hingga penanggungjawabnya. Berita dari pewarta diedit redaktur baru kemudian diterbitkan,” jelasnya.

Walikota Malang Drs H. Sutiaji saat bertemu dengan manajemen New Malang Pos di Ruang Walikota. (foto: NMP-Ipunk Purwanto)

Mantan aktivis yang sudah terbiasa menulis opini di koran sejak tahun 1980-an itu lantas membeber pandangannya tentang peran penting media. Menurut Sutiaji, media merupakan pilar demokrasi. Karena itulah wajib beridealisme.

Kerangka idealisme yang dimiliki itu harus bisa diposisikan secara tepat. Yakni demi kepentingan umum. Orang pertama di Pemkot Malang ini tidak alergi kritikan media lantaran bekerja secara optimal. Selain itu ia paham peran media.

Selama memimpin Kota Malang, Sutiaji menguatkan kebersamaan Pemkot Malang dengan media. Semuanya dilakukan tanpa mengurangi peran masing-masing. “Konsep pentahelix yang kami bangun itu salah satunya dengan media,” kata dia. 

Menurut mantan Wawali Kota Malang ini, media juga idealnya menyampaikan berita dengan mengedepankan good news is good news. Jadi tak selalu bad news is good news. Alasannya masyarakat saat ini makin cerdas. Sudah begitu, Kota Malang dibangun dengan konsep smart city. “Ini jadi tantangan tersendiri bagi media,” pesannya.

Selama memimpin Kota Malang, Sutiaji selalu melibatkan media. Termasuk dalam sosialisasi kebijakan pemerintah. Itu karena kebijakan pemerintah berbasis kebutuhan masyarakat. Peran saling mengisi dengan pemerintah pun terwujud.

Media lanjut Sutiaji membangun kebersamaan dengan berbagai pihak, termasuk pembuat kebijakan. Namun demikian, ia mengingatkan kebersamaan bukan untuk kolusi melainkan saling kontrol dan berperan sesuai fungsi masing-masing. 

Dirut New Malang Pos, Sudarno yang memimpin rombongan diskusi mengatakan, kerja sama dengan Pemkot Malang sudah terjalin lama oleh para penggawa New Malang Pos. Yakni sebelum mendirikan koran kebanggaan arek Malang ini.  Masing-masing pihak berperan sesuai fungsinya. 

“Kami akan terus menjadi media informasi kebijakan publik. Terutama dengan pembuat kebijakan. Namun semuanya dilakukan secara proporsional,” kata dia. Ia memastikan, kehadiran New Malang Pos untuk mempercepat pembangunan, mengawal kebijakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami konsen dalam memacu pertumbuhan ekonomi wilayah di Malang Raya, tentu termasuk Kota Malang. Semoga kehadiran New Malang Pos semakin menambah literasi masyarakat dalam  berbagai dimensi,” pungkas Darno, sapaan akrab Sudarno. (van)