Kurangi Beban RSSA Malang, RSNU Jombang Tambah Fasilitas

FASILITAS BARU: Gubernur Khofifah letakkan batu pertama pembangunan Gedung Sentral Beda RSNU Jombang, di Jombang, Sabtu siang. (Foto: NMP-Hari Santoso)

JOMBANG – Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU), Jombang, kembali bergiat. RS yang sahamnya 65 persen dimiliki NU dan 35 persen dikuasai publik ini, menambah fasilitas Gedung Bedah Sentral dan Rawat Inap Rumah.
‘’Keberadaan RSNU Jombang menjadi penguatan layanan kesehatan dan fokus memberi layanan daerah Mataraman,’’ tandas Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat peletakkan batu pertama, Sabtu (04/07) siang.
Tampak dalam acara ini Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Menkes dr. Terawan Agus Putranto, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, menaker Ida Fauziyah, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, serta Ketua PWNU Jatim KH. Marzuqi Mustamar.
Dikatakan dia, sementara ini RS rujukan utama masih berfokus di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dan RS Saiful Anwar (RSSA) di Malang. Padahal, beban RS saat ini makin bertambah dan dibutuhkan sentra-sentra baru pelayanan kesehatan.
Sentra-sentra ini, lanjut Khofifah, sangat strategis karena diikuti klinik-klinik Pratama yang diharapkan bisa disiapkan di berbagai titik sesuai dengan kapitasi BPJS terutama di Jombang.
‘’Dengan mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, maka makin peningkatkan kecepatan layanan. Insya Allah tingkat kesembuhan juga semakin meningkat,’’ terangnya.
Ke depan, Khofifah berharap ada dokter-dokter spesialis tertentu yang menjadi andalan RSNU. Sehingga bisa dilakukan update teknologi melalui partnership antara RSNU dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.
‘’Selain itu perlu untuk memperbanyak Kerjasama Operasional (KSO). Hari ini pengadaan Alat Kesehatan atau Alkes mahal sekali. Kalau ada KSO akan membantu bagaimana penyiapan alkes bisa lebih cepat,’’ pungkasnya. (has)