Wawali Jajal Ketahanan E-Bike SMK Nasional

new malang pos
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menjajal e-bike berkeliling di jalanan Kota Malang. (NMP-ian)

NewMalangPos, MALANG – SMK Nasional secara resmi mengenalkan e-bike hasil karya siswa di jalanan Kota Malang, setelah beberapa waktu lalu dilaunching. Kali ini e-bike yang diluncurkan merupakan hasil buatan siswa mulai dari nol.

Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyebut inovasi e-bike dari SMK Nasional tersebut bisa menjadi sarana alternatif bagi wisatawan untuk menikmati Kota Malang. Terlebih saat ini Pemkot Malang sedang mengembangkan wisata heritage yang tentu cocok dinikmati dengan bersepeda.

“Perbedaannya pada saat tanjakan kita gunakan tenaga baterai, tapi posisi datar kita ingin berolahraga bisa secara manual. Sehingga tenaga kita bisa diukur ketika mau kerja, mau wisata, kunjungan ke kampung heritage, KWJ ke pusat pusat industri yang ada di Malang maka wisatawan bisa memakai e bike ini. Ini ruang bisnis baru di bidang layanan transportasi khususnya sepeda,” ujar Bung Edi sapaannya.

Terkait rencana produksi massal, Bung Edi menyebut perlu ada tahapan lagi yang harus dilalui. Yakni terkait hak paten hingga sarana infratrukturnya. Namun demikian arah menuju produksi massal sudah mulai dipersiapkan.

“Itu proses tahapan yang berbeda. Kalaupun mau diproduksi secara besar maka perlu tahapan selanjutnya. Kita harus hati-hati benar karena di situ ada hak paten. Kita harus kerjasama dengan vendor, pajak-pajak maupun infrastruktur lainnya harus benar-benar disiapkan. Sehingga ketika saat produksi massal tidak ada permasalahan. Namun yang jelas tentu menuju rencana tersebut dan kami siap,” ungkapnya.

Wawali juga mencoba ketahanan e-bike untuk berkeliling Kota Malang sembari memgunjungi spot heritage yang ada. “Terbukti E-Bike ini cukup kuat dan stabil, kecepatannya juga cukup kencang,” jelasnya.

Kepala SMK Nasional Malang Drs. Muhammad Taufik M.Pd menambahkan, e-bike hasil karya SMK Nasional ini ada beberapa jenis. Galechka Thunder basis Minions, dengan kekuatan listrik 1000 watt yang bisa menempuh jarak 50 kilometer dengan kecepatan rata-rata 30 – 35 kilometer. Kedua Super Thunder ST, dengan basis Downhill Bike dengan kelistrikan 1000 watt bisa menempuh jarak 80 kilometer dengan kecepatan rata-rata 60-70 kilometer.

Dan juga jenis Super Thunder HT, dengan basis Mountain Bike dengan kelistrikan 1000 watt dengan jarak tempuh 80 kilometer dan kecepatan rata-rata mencapai 60-70 kilometer.

 E-bike buatan siswa SMK Nasional  itu menurutnya, telah mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat.

“Kira kira sudah ada 20 e-bike dan terjual semua. Harganya kisaran Rp 5 juta sampai Rp 12 juta untuk spek tertinggi yang dipakai pak Wawali yang baterainya equivalent dengan 1000 watt,” terangnya.

Taufik juga mengaku masih terus akan mendorong lebih keras untuk inovasi e-bikenya. Hal itu dikarenakan peluang e-bike masih terbuka sangat lebar. Sehingga pihak sekolah harus bisa memberi inovasi yang terbaik bagi masyarakat.

“Bulan depan ini akan mengeluarkan produ6k baru yang baterainya bisa dilepas. Artinya kalo misal kita keluar kota menginap di hotel kamar kita lantai sepuluh tidak mungkin sepeda itu harus dibawa, cukup dilepas dan dibawa ke kamar,” ungkapnya. (ian/aim)