Warga Cemorokandang Protes Pendirian Ritel Modern

new malang pos
Lurah Cemorokandang, Ahmad Ridwan melakukan mediasi penolakan warga terhadap pendirian ritel modern dengan mempertemukan warga, lurah dan juga pihak pengembang perumahan yang membangun ritel modern. (NMP-IAN NURMAJIDI)

NewMalangPos, MALANG – Pendirian sebuah ritel modern di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang diprotes para pedagang dan toko tradisional disekitarnya. Pendirian ritel modern atau minimarket ini dibangun pengembang Bukit Indah Permai sejak sekitar sebulan lalu.

Pendirian minimarket tersebut akan memunculkam dampak besar terhadap perekonomian para pedagang dan pelaku usaha toko tradisional disekitar. Jumlahnya tak kurang dari 50 toko atau pedagang.

“Awalnya pendirian pembangunan disana mulai dicurigai oleh beberapa warga karena sebelumnya pembangunan tidak terbuka akan mendirikan minimarket, tapi hanya mendirikan toko. Lambat laun informasi tersebut berkembang. Kami menilai dengan adanya minimarket ini sangat tidak kondusif untuk perkembangan usaha masyarakat,” kata Sekretaris Forum Komunikasi Pedagang dan UMKM (FKPU) Cemorokandang, Umar Khadafi, saat mediasi antara pedagang dan pihak pengembang di Balai PKK Kelurahan Cemorokandang, Selasa (9/2) siang.

Dijelaskannya, protes pedagang ini juga mempunyai dasar hukum. Pihaknya menilai pendirian minimarket ini tidak memperhatikan peraturan pemerintah daerah. Dalam Perda Kota Malang No.8 Tahun 2010 pasal 23 menyebutkan pendirian toko modern berwaralaba nasional hanya dapat didirikan pada jarak 500 meter antar minimarket, toko tradisional dan pasar rakyat atau usaha perdagangan mikro. Sedangkan di lokasi pendirian minimarket tersebut terdapat toko tradisional yang hanya berjarak kurang lebih 150 meter.

“Pembangunan itu mulai 1 bulan lalu, terakhir sudah terlihat fisiknya,” imbuh Umar.

Dalam mediasi yang berjalan relatif lancar tersebut akhirnya mendapatkan hasil pendirian minimarket akan dihentikan. Umar  menyebut pihak pengembang untuk selanjutnya harus menaati dan menghormati keputusan tersebut.

“Hasil mediasi tadi Alhamdulillah bisa bertemu antara kita FKPU dengan pihak pengembang. Hasil keputusan bersama dipimpin Pak lurah, menolak berdirinya minimarket di Kelurahan Cemorokandang ini. Sehingga keputusannya jelas, final dan tidak perlu lagi kita diskusikan,” tandasnya.

Lurah Cemorokandang, Ahmad Ridwan mengatakan akan ikut mengawal permasalahan tersebut hingga selesai. Ia berharap dengan mediasi ini bisa memberi jalan keluar yang terbaik bagi kedua belah pihak.

“Tidak jadi dibangun. Daripada sudah mendatangkan barangnya muspro nanti. Kami juga peduli dengan masyarakat, BP (Bukit Indah Permai) juga masyarakat, UMKM juga masyarakat semua,” katanya.

Dia mengaku, sebelum pendirian ritel modern dirinya hanya mengetahui bahwa lokasi tersebut akan dibangun sebuah bangunan. Ia mengaku tidak tahu bangunan tersebut akan dijadikan minimarket.

“Saya waktu itu tidak memberi izin. Hanya izin usaha yang dilalui dulu pertama kali. Kalau izin pembangunan saya tidak tahu, itu melalui Disnaker PMPTSP. Kalau kelurahan tidak boleh, tidak ada ranahnya untuk izin bangunan,” jelasnya. (ian/aim)