Wanita Haid Jangan Mendaki Gunung

NewMalangPos, MALANG – Timsus Pendaki Linksos (Lingkar Sosial), salah satu kelompok difabel pendaki gunung, membuat aturan pendakian terkait keikutsertaan anggota perempuan yang haid, khususnya bagi tim Linksos. Hal ini bertujuan untuk menghargai kesetaraan kesempatan laki-laki dan perempuan dalam tim, melindungi hak kesehatan reproduksi perempuan.

“Ini aturan internal Linksos, namun sekaligus edukasi bagi masyarakat tentang penghormatan dan pemenuhan hak-hak perempuan dalam bidang apapun. Termasuk dalam olahraga pendakian,” Ketua Pembina Linksos Kertaningtyas kepada New Malang Pos.

Ken Kerta sapaannya menyebut, untuk menyiasati anggota perempuan yang ingin mengikuti pendakian, sebaiknya dilakukan penjadwalan sejak jauh hari. Sehingga dapat diprediksi sejak awal apakah saat tersebut bisa dilakukan pendakian atau tidak.

“Kalau boleh atau tidak, organisasi menyarankan tidak melakukan pendakian saat haid. Melainkan mensiasati dengan penjadwalan sejak jauh hari. Mengapa tidak melakukan pendakian saat haid, arahnya kepada kesadaran kesehatan reproduksi dan dampak terhadap tim,” ujar Ken Kerta.

Menurut Ken Kerta, sampai saat ini masih banyak perempuan yang melakukan pendakian meski dalam keadaan haid. Padahal ketersediaan sanitasi di lokasi pendakian belum tentu tersedia dengan memadai.

“Selama ini ada perdebatan boleh atau tidak, artinya ada beberapa kasus pendakian perempuan dalam keadaan haid melakukan pendakian. Juga terkait terbatasnya air bersih di jalur pendakian, hal ini tentu bukan saja tidak baik bagi perempuan disabiilitas juga perempuan pada umumnya,” sebutnya.

Menstruasi atau haid pada perempuan merupakan fitrah alam semesta dan siklus alami, tak hanya manusia di desa dan perkotaan, perempuan yang tinggal di gunung pun serta makluk hidup lain selain manusia beberapa mengalaminya. Maka menstruasi wajib disikapi dengan baik agar tidak merugikan hak-hak perempuan.

Prinsip dari aturan tersebut adalah timsus menyesuaikan usulan jadwal pendakian dengan agenda umum organisasi dan juga dengan masukan anggota perempuan.

“Ketetapan ini penting, mengingat saat perempuan haid sebagian mengalami masalah kesehatan seperti sakit pinggang, sakit kepala, badan lemas dan sebagainya, juga kondisi di jalur pendakian yang terbatas air bersih,” tandasnya. (ian/aim)