PKL Tidak Terikat Aturan PPKM

new malang pos
Wali Kota Malang Sutiaji memberikan penjelasan kepada PKL. Pemkot memberikan tolerensi kepada PKL tetap buka di atas jam 20.00 WIB, asalkan tidak melayani makan di tempat dan disiplin Prokes.

NewMalangPos, MALANG – Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang tidak memberi aturan khusus pada PKL (Pedagang Kaki Lima). Para pedagang masih dapat beroperasi hingga lebih pukul 20.00 WIB.
Lain halnya dengan restaurant dan pusat perbelanjaan yang harus tutup dan tidak beroperasi pada pukul 20.00 WIB.

Rombengan Malam (Roma) dan Malang Night Market (MNM) yang berada di Kota Malang dipastikan tetap buka saat pemberlakuan jam malam dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM di Kota Malang.

“Tetap buka. Karena yang ditentukan adalah mall (pusat perbelanjaan,red). Teknis yang lain belum ada,” tutur Sutiaji.
Meski begitu ada aturan khusus bagi kalangan PKL ini. Untuk dapat tetap berjualan tetap harus disiplin protokol kesehatan. Tidak boleh menimbulkan kerumuman, pastikan jaga jarak dan selalu menggunakan masker.

Bahkan di beberapa lokasi, menurut pantauan New Malang Pos, seperti pedagang makanan ada yang tidak mengizinkan pembeli makan ditempat.

“Ya bisa tapi Prokesnya. Kalau dia tidak Prokes kita tertibkan,” tegas Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang belum lama ini.
Menurut pantauan New Malang Pos, beberapa lokasi PKL yang masih terlihat ramai pada malam hari dapat dilihat di kawasan Jalan Gatot Subroto (belakang Pasar Besar). Kemudian kawasan sepanjang Jalan Sulfat, kawasan Sawojajar juga.

Kebijakan Pemkot Malang untuk tidak memperketat aktivita PKL juga mempertimbangkan usaha rakyat kecil. Pasalnya kebanyakan PKL ini berjualan makanan. Yang baru buka biasanya di sore hari hingga malam.

“Tetap akan dipantau. Karena mereka (pedagang) juga butuh makan. Dan jam bukanya memang setelah maghrib. Nanti kita pantau saja dulu protokol kesehatannya,” tutur alumnus IAIN Malang ini. (ica/aim)