Penghafal Alquran Dapat Insentif Rp 12 Juta Setahun

new malang pos
Para Huffadz (penghafal Alquran) Kota Malang bersilaturahmi dengan Wali Kota Malang Sutiaji di Gedung Bersama Lantai 4 Balai Kota Malang dalam pencanangan program 1 RW 1 Hafidfz. (NMP-.MANSYUR ADNAN SYURURI)

NewMalangPos, MALANG  – Wali Kota Malang, H. Sutiaji mencanangkan program One RW One Hafidz, di setiap RW ada satu penghafal Alquran. Untuk mengembangkan program ini, Pemkot Malang memberikan intensif untuk setiap hafidz sebesar Rp 1 juta setiap bulannya. Dalam satu tahun akan menerima Rp 12 juta.

Pemberian intensif untuk hafidz sudah mulai dilaksanakan pada 2020 lalu. Hanya saja baru menerima insentif  selama 3 bulan. Karena itu Sutiaji ingin program 1 RW, 1 hafidz Al Quran diintensifkan.

“Kami minta nanti ke depan ada di kelurahan-kelurahan akan kami pantau dalam rangka untuk menciptakan 1 RW, 1 penghafal Alquran,” kata Sutiaji saat Silaturahim Huffadz di Aula, Gedung Bersama Balai Kota Malang, kemarin.

Untuk saat ini, hafidz yang mendapatkan insentif mereka yang sudah memiliki santri (murid). Ini ditujukan untuk memberikan stimulus agar semakin banyak para hafidz di Kota Malang yang menyebarkan ilmu hafalanya kepada para santri. Juga sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang berjasa dalam membantu perekembangan tingkat hafalannya.

“Kami siapkan insentif untuk para hafidz ini sebesar Rp 1 juta per bulan yang akan diberikan setiap tiga bulan sekali,” ungkap Sutiaji.

Jumlah hafidz yang terdata saat ini sebanyak 56 orang. Rencananya untuk murid-murid dari para hafidz tersebut ke depanya juga akan masuk dalam daftar inventaris. Agar mereka juga bisa mendapatkan insentif hafidz, yang sumber dananya berasal dari APBD Kota Malang tersebut.

“Nanti bersama Kemenag Kota Malang kita akan data. Saya akan sampaikan ke lurah untuk dapat mendata hafidz yang berada di RW yang berada di wilayahnya. Sementara yang terinvetaris masih ada 56 orang,” tuturnya.

Dijelaskannya, program yang dicanangkan untuk menggenjot jumlah hafidz dengan menigkatkan kualitas hidup. Sekaligus sebagai apresiasi atas prestasi sebagai seorang penghafal Alquran.

“Nanti anak-anak yang ngaji di para hafidz yang punya niat benar-benar sebagai hafidz Quran, tapi memiliki masalah dalam pembiayaan sampaikan ke kami. Mudah-mudahan kami bisa berikan solusi ,” lanjutnya.

Selain itu, wali kota menyiapkan rencana strategis untuk tidak memperpanjang izin usaha yang dianggap tidak mendukung program tersebut. Usaha yang diincar untuk tidak diperpanjang izin usahanya yaitu usaha-usaha yang menimbulkan keramaian di sekitar masjid, tempat para santri belajar menghafalkan Alquran.

 “Untuk tempat usaha seperti karaoke, kafe, dan usaha lain yang berada di dekat masjid tidak akan kami perpanjang izinnya. Agar tidak mengganggu para santri,” pungkas pria yang akrab disapa Aji, tersebut. (dj7/aim)