Penataan Kabel dan Internet Gratis Butuh Rp 31 Miliar

NEW MALANG POS, MALANG – Rencana Pemerintah Kota Malang menata jaringan kabel bawah tanah membutuhkan anggaran besar. Hasil penghitungan, kebutuhannya mencapai Rp 31 miliar. Jaringan kabel yang ada saat ini semakin semrawut dan terkesan tidak tertata dengan rapi.

Bahkan, Wali Kota Malang Sutiaji pernah memotong beberapa jaringan kabel yang ada di atas tiang, karena tidak tertata dengan baik.

“Anggaran yang dibutuhkan setelah dihitung sekitar Rp 31 miliar. Ini untuk bisa menata kabel ditanam dibawah tanah semua,” tegas Sutiaji.

Ia mengatakan, perkiraan anggaran ini dilakukan dengan kajian-kajian. Kajian anggaran ini tidak mencukupi untuk mengcover penataan kabel seluruh kawasan di Kota Malang. Anggaran ini hanya ditujukan pada kawasan padat. Juga terdapat pemandangan kabel yang paling ruwet, seperti kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Kawi, hingga pemukiman padat seperti di Sumbersari.

“Ini juga untuk mengakomodir peningkatan jaringan internet di Kota Malang,” papar Alumnus Fakultas Tarbiyah (FT) IAIN Malang ini.

Dengan ditanamnya kabel dibawha tanah menurutnya, jaringan semua kabel akan lebih tertata. Sehingga peningkatan jaringan internet akan lebih baik. Penambahan kapasitas bandwith (jaringan,red) akan mudah dilakukan.

Anggaran ini juga akan digunakan untuk melakukan pengadaan jaringan wifi gratis di banyak kawasan  Kota Malang.

“Nanti di kantor-kantor kelurahan sampai RT/RW dipasang wifi gratis dari anggaran ini,” terang orang nomer satu di Balai Kota Malang ini.

Meski begitu, saat ditanya mengenai realisasinya, Sutiaji mengatakan anggaran ini belum bisa diajukan tahun ini. Ia lebih memilih mengajukan anggaran ini di 2021. Tahun ini diakuinya masih difokuskan pada anggaran penanganan Covid-19. Ia meyakini tahun depan anggaran ini bisa diajukan. Ini juga merujuk pada kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan fasilitas jaringan.

“Belajar daring misalnya bisa dinikmati gratis. Insya Allah bisa dilaksanakan di 2021,” papar pria kelahiran 1964 ini.

Hal ini juga didesak oleh DPRD Kota Malang. Pemberian fasilitas jaringan internet diakui harus segera dilakukan Pemkot Malang. Salah satunya diungkapkan anggota Fraksi Golkar Nasdem PSI, Budianto belum lama ini.

Pembelajaran daring akibat adanya pandemi Covid-19 memberatkan banyak wali murid. Karena biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk kebutuhan kuota internet.

“Pemda harus memikirkan memberi fasilitas wifi gratis jika masih mengharuskan belajar daring,” tegasnya. (ica/aim)