Pemkot Ancam Bekukan Ratusan Koperasi

new malang pos
Wali Kota Malang Sutiaji memberikan arahan pada Bimtek pelaksanaan Rapat Anggota pada puluhan pelaku koperasi di Kota Malang, Rabu (27/1) di Hotel Gajahmada Kota Malang. (NMP-RURI)

NewMalangPos, MALANG – 428 koperasi di Kota Malang belum melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama kurang lebih satu tahun terakhir. Padahal, koperasi harus melakukan RAT setiap tahun untuk dikatakan sehat dan dapat berjalan sesuai dengan jati diri koperasi.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM menjelaskan, total koperasi yang ada di Kota Malang sebanyak 769 koperasi. Yang sudah tercatat melakukan RAT rutin baru sebanyak 341 koperasi.

“Januari ini baru 6 koperasi lagi yang tercatat melaksanakan RAT. Sisanya memang belum (RAT),” papar Wahyu saat ditemui di sela kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) Rapat Anggota yang diselenggarakan Diskopindag Kota Malang yang mengundang puluhan pengurus koperasi di Kota Malang.

Dijelaskannya, berdasarkan data tersebut, hingga kini baru 341 koperasi saja yang dapat dinyatakan sehat. Sisanya yang belum ditengarai mengelami permasalahan dalam tubuh anggota dan manajemennya.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah Diskopindag. Ratusan koperasi yang belum melakukan RAT ini akan segera didata kembali. Dimintai kembali satu-satu laporan RAT. Jika tidak memberi kepastian pihak Diskopindag akan memanggil, bahkan mendatangi lokasi koperasi yang bermasalah.

“Kendala mereka ini ketika misal kita datangi biasanya ada permasalahan di tubuh kepengurusan. Biasanya yang begini akhirnya belum ada pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha), kalau tidak ada SHU tidak bisa RAT,” tegas Wahyu.

Kemudian ada pula yang memanng tidak dapat berjalan karena tidak ada lagi pengurusnya. Ini akan dilakukan pembekuan oleh pihaknya. Selama ini, tambah Wahyu, pihaknya sudah membekukan sebanyak 18 koperasi.

Untuk tahun ini tercatat terdapat ratusan koperasi yang terancam dibekukan. Karena sudah tidak pernah melakukan RAT.

“Jumlah detailnya belum ada, yang jelas 100-an ada lah. Tapi ini kita akan datangi lagi kalau masih bisa diselamatkan ya tidak dibekukan. Kalau tidak bisa ya sudah kita cabut izinnya,” tandas mantan Kasatpol PP Kota Malang ini.

Untuk memberi dukungan agar lebih banyak koperasi melakukan RAT, Bimtek pun dilakukan. Terkait hal ini Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menegaskan, koperasi-koperasi di Kota Malang harus tumbuh lebih baik.

Sebagai badan usaha yang berasaskan kekeluargaan, Sutiaji berharap koperasi dapat menjadi jalan keluar masyarakat dari praktik rentenir atau bank titil yang meresahkan, maupun praktik pinjaman online yang tidak memiliki regulasi kuat.

”Koperasi harus dapat hadir memangkas hal itu. Kami harap koperasi dapat meminimalisir orang-orang tersebut,” ujar Sutiaji. (ica/aim)