Pembangunan Bedak Jalan Walet Dihentikan

new malang pos
Kasatpol PP Kota Malang Priyadi (kiri) melakukan mediasi pembangunan RTH yang akan dibangun bedak PKL di Jalan Walet, mempertemukan warga, lurah dan PKL yang akan membangun.

Dikembalikan Jadi RTH

NEW MALANG POS, MALANG – Permasalahan pembangunan bedak PKL di lahan ruang terbuka hijau (RTH) Jalan Walet, Sukun akhirnya selesai. Pihak PKL yang tengah membangun akan menghentikan pembangunan dan menyerahkan lahan hijau itu kepada pemerintah.

Kesepakatan itu dihasilkan, setelah Satpol PP Kota Malang melakukan mediasi antara PKL yang tengah membangun denganlLurah, RW, RT dan warga sekitar, di kantor Satpol PP Jalan Bingkil.

“Hasil pertemuan tadi sepakat lahan itu akan tetap menjadi fasum sebagai lahan hijau, sesuai peruntukannya. Hasil itu  sudah dibuat berita acaranya,” ujar Kasatpol PP Kota Malang Priyadi kepada New Malang Pos.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut berjalan dengan lancar. Meski ada beda pandangan, namun semua terselesaikan dengan hasil yang telah disepakati bersama yakni dengan mengembalikan fungsi lahan tersebut.

“Intinya sudah sepakat untuk dimanfaatkan untuk jalur hijau. Dikembalikan ke fungsinya,” imbuh mantan camat Sukun itu.

Priyadi menambahkan, sejak lama lahan tersebut sebenarnya memang belum digunakan dengan maksimal. Hanya ditumbuhi dengan beberapa tanaman, pohon dan rumput.

“Karena lahan itu untuk lahan hijau. Sementara untuk saat ini memang belum digunakan, ya sudah yang sudah berjalan disana ya sesuai  dengan kegiatan setiap harinya,” terangnya.

Oleh karena telah tercapai kesepakatan, maka aktifitas pembangunan bedak akan segera dihentikan. Namun Priyadi mengatakan masih akan memberi waktu untuk PKL.

“Aktifitasnya besok masih dilanjutkan, namun mau dikembalikan ke pemerintah. Tapi tadi dia minta besok diratakan,” sambungnya.

Setelah lahan tersebut selesai diratakan, Priyadi mengatakan akan segera melakukan penanaman pohon untuk penghijauan sebagai bentuk realisasi mengembalikan fungsi lahan.

“Mau ditanami, karena diusulkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Itu memang sudah ada rencana dikembalikan itu. Dan pak Yanto (koordinator PKL) sendiri  menyatakan tidak boleh dipakai untuk PKL atau untuk lapangan volibal, itu dikembalikan fungsinya untuk RTH,” jelasnya.

Untuk jenis tanaman apa yang akan ditanam di lahan tersebut, Priyadi menyerahkannya kepada lurah setempat.

“Belum tahu (jenis tanamannya). Itu nanti yang minta pak Lurah. Ini masih dimohon, karena kita tidak tahu tanaman yang ada di DLH,” pungkas Priadi, usai pertemuan. (ian/aim)