Pelajar Ajukan Konsep Konser Musik Drive In

NewMalangPos, MALANG – Kalangan pelajar Kota Malang mengajukan konsep konser musik dengan cara drive-in. Untuk memastikan konsep itu, perwakilan ketua OSIS di Kota Malang mempresentasikan konsep konser musik drive-In kepada Wakil Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko, di Balai Kota Malang, Selasa (15/12) kemarin.

Ketua OSIS SMAN 4 Malang, Annisa Fajariyah menjelaskan, konsep drive-in memungkinkan penonton konser tidak bersentuhan dengan penonton lainnya. Sesuai namanya drive-in, konser dilakukan denagan konsep penonton berada di dalam mobil/kendaraannya.

“Sebutannya drive-in, tetapi intinya konser dilakukan dengan penonton tidak bersentuhan dengan yang lain. Bisa di dalam mobil masing-masing atau nanti dibuatkan pembatas semacam kotak per kotak diisi penonton satu dengan yang lain dengan jarak,” tegas Annisa.

Dia beralasan, pihaknya mengajukan konsep ini, selain sudah dilakukan di beberapa negara lain sebagai konsep konser new normal, juga agar kegiatan seni-budaya kaum pelajar tidak berhenti begitu saja karena pandemi Covid-19.

Annisa mengatakan, konsep ini dapat diterapkan karena juga selain memberlakukan social distancing, Prokes juga menjadi kewajiban, seperti yang datang harus bermasker/mengenakan face shield. Kondisinya sehat dan lainnya yang sudah ditentukan.

“Ini masih pengajuan konsep saja. Kami juga kerjasama dengan Malang Musik Bersatu (MMB) yang juga ingin mengajukan konser dengan konsep ini di era new normal. Harapannya bisa diterima dan disetujui pemerintah,” papar Annisa yang hadir bersama Ketua OSIS MAN 2 Kota Malang Rahmadian Sya’bana.

Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko menjelaskan, konsep seperti ini masih harus dibahas dengan kajian lebih mendalam. Belum lagi mempertimbangkan peningkatan kasus Covid-19 yang melonjak di Kota Malang.

Meski begitu ia mengapresiasi upaya tersebut. Segera ketika situasi memungkinkan usulan ini akan dibahas dan dikaji.

“Kami masih dalam kondisi kasus Covid-19 yang tinggi kasusnya. Usulan seperti ini pun tetap kami apresiasi tetapi perlu kajian mendalam dan pembahasan banyak pihak tidak hanya pemerintah saja,” tegas Sofyan Edi. (ica/aim)