new malang pos
Para pedagang WBT yang sudah buka kembali pada akhir Desember lalu, kini menunggu kebijakan Pemkot Malang di tengah PPKM yang mulai diberlakukan sejak Senin (11/1). (NMP-IAN N UMAR)

NewMalangPos, MALANG – Wisata Belanja Tugu (WBT) Malang di halaman Stadion Gajayana mulai kembali dibuka pada akhir Desember lalu. Namun baru beberapa pekan beroperasi, Pemkot Malang sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 11 Januari.

Terkait dampaknya terhadap WBT, Ketua Ketua Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu  (IPWBT), Mecky Abdurachman akan menunggu terlebih dahulu dari dinas terkait. WBT Kota Malang berada dibawah koordinasi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

“Kami menunggu perkembangan dan kebijakan Pemkot Malang. Prinsipnya kami hanya menunggu instruksi saja dari dinas. Selama tidak ada instruksi libur ya kita tidak libur,” ujarnya kepada New Malang Pos.

Mecky dan pedagang lainnya telah berkomitmen akan mengikuti arahan dari pemerintah. Sebelumnya pun, WBT juga sempat ditutup beberapa pekan mengikuti arahan pemerintah.

“Kalau memang itu diterapkan dan kita diwajibkan mengikuti ya kita harus ikuti. Kondisinya tidak bisa memaksakan. Prinsipnya, saya pribadi dan temen temen akan mengikuti arahan itu,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, pengunjung WBT sebenarnya juga mengalami penurunan dibandingkan dulu sebelum adanya pandemi. Dikatakannya, pengunjung WBT dapat mencapai 10 ribu pengunjung.

“Sekarang sekitar 400 sampai 500-an pengunjung. Itupun ada perubahan siklus kunjungan. Kalau dulu jam 5 jam 6 sudah ramai. Tapi sekarang jam 8 baru mulai ramai,” ungkapnya.

Oleh karenanya saat ini para pedagang belum sepenuhnya mendapatkan penghasilan yang maksimal. Terlebih ada sebagian pedagang yang menggantungkan usahanya dari WBT.

“Tidak bisa diklasifikasikan. Ada memang mereka yang mengandalkan hasil dari hari minggu itu saja. Tapi ada juga yang menjadikan WBT sebagai ajang promosi saja,” bebernya.

Bila seandainya WBT diharuskan ditutup Mecky dan pedagang lainnya pasti akan mematuhinya. Meski demikian ia berharap agar peraturan dapat ditegakkan secara adil.

“Ya sebelumnya saya juga perlu mengingatkan pembatasan ini supaya nantinya dilakukan secara tegas. Tidak sampai kemudian tebang pilih,” harapnya. (ian/aim)